Piala Thomas: Jonatan Christie Menang, Indonesia Juara!

17 Oktober 2021 21:53 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Jonatan Christie. Foto: Yohan Nonotte/Badmintonphoto/BWF
zoom-in-whitePerbesar
Jonatan Christie. Foto: Yohan Nonotte/Badmintonphoto/BWF
ADVERTISEMENT
Jonatan Christie menjadi wakil Indonesia ketiga yang turun menghadapi China di Final Piala Thomas 2020, Minggu (17/10) malam WIB. Ia mengalahkan Li Shi Feng dalam partai tunggal putra di Aarhus, Denmark, dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-14.
ADVERTISEMENT
Dengan hasil ini, skor akhir partai final Piala Thomas adalah Indonesia 3-0 China. Indonesia juara!

Gim 1 Jonatan Christie vs Li Shi Feng di Final Piala Thomas

Jonatan Christie memulai laga dengan percaya diri, dengan langsung unggul 5-0. Jojo lebih gesit dan punya variasi pukulan bagus ketimbang tunggal China. Netting-nya juga bagus.
Setelah skor 5-0, terjadi reli panjang dan Jonatan memastikan poin lagi via pukulan akuratnya ke arah belakang. Usai Li meraih satu poin, Jonatan mengirim smash yang menciptakan poin 7-1.
Perlahan tetapi pasti, Li mengejar: 7-4, 8-5, 8-6. Meski begitu, Jonatan mampu membuktikan reputasinya sebagai tunggal putra nomor 7 dunia. Ia meninggalkan tunggal putra ranking 65 dunia itu dengan skor 11-6 di interval.
ADVERTISEMENT
Selepas interval, Jonatan merebut dua poin beruntun, sehingga skor 13-6. Sayang, empat pukulan melebarnya membuat skor jadi 13-10. Jumping smash Li menjadikan skor 13-11. Netting gemilang Jonatan mampu mengubah poin jadi 14-11.
Saat skor 14-12, tipuan drop shot Jonatan menjadikan skor 15-12. Sayang, Li kembali mendekat 15-14. Satu pukulan out dan smash nyangkut net Li membawa Jonatan unggul 17-14. Pengamatan yang baik dan pukulan akurat mengantarnya unggul 19-14.
Jonatan kembali menunjukkan kebolehannya di net. Itu mengantarnya membawa dua poin sekaligus. 21-14.

Gim 2 Jonatan Christie vs Li Shi Feng di Final Piala Thomas

Tunggal putra Indonesia Jonatan Christie. Foto: Yves Lacroix/Badmintonphoto/BWF
Situasi berubah di gim kedua. Kali ini, Jonatan Christie yang keteteran, tertinggal 1-5. Sempat menyempitkan skor jadi 2-5, jumping smash menyilang Li Shi Feng menjadikan skor 2-6. Skor 3-11 di interval.
ADVERTISEMENT
Perlahan tetapi pasti, Jonatan mendekat ke 5-13. Ia lalu melepas dua jumping smash beruntun lurus ke sisi kiri Li dan membuat skor jadi 7-13. Kemenangan di duel net menjadikan skor 8-13. Smash akuratnya menciptakan skor 9-13. Drop shot menyilang Li menghentikan reli poin Jonatan, 9-14.
Jonatan kian gencar melakukan tekanan, kali ini mengincar sisi kanan Li. Pukulan-pukulannya membuahkan skor 12-15. Sayang, Li kembali menemukan determinasinya dan menjauh 12-18. Jonatan lalu meraih dua poin beruntun berkat pukulan out Li dan smash akuratnya, 15-18.
Lucky ball usai menahan smash keras Li menjadikan skor 16-18. Jonatan lagi-lagi mengeluarkan 'jurus' netting andalannya untuk tetap menempel Li dengan skor 18-19. Sayang, ia kalah 18-21. Catatan, smash Li ke sisi kanan Jonatan menjadi senjatanya.
ADVERTISEMENT

Gim 3 Jonatan Christie vs Li Shi Feng di Final Piala Thomas

Jonatan Christie. Foto: Yohan Nonotte/Badmintonphoto/BWF
Jonatan Christie mendapat dua poin beruntun di gim ketiga berkat dua pukulan out Li. Sayang, ia sendiri lalu tidak cermat dan terkejar 2-2. Li lalu berbalik unggul 2-3 usai Jonatan gagal mengembalikan pukulannya.
Kejar-kejaran skor terjadi. Jonatan unggul 5-4, lalu terkejar 5-7. Jonatan harus lebih fokus dan menghindari kesalahan yang tidak perlu. Satu smash kerasnya menjadikan skor 6-7. Lalu, tiga smash beruntun membuatnya menyamakan skor 7-7.
Jonatan begitu mudah kehilangan poin akibat beberapa pukulan out dan nanggung. Skor 9-11 di interval, Jonatan tertinggal akibat salah satunya drop shot nyangkut net. Setelahnya, Jonatan kembali menyamakan kedudukan, 11-11.
Drop shot gemilang ke arah dekat net lawan membuat Jonatan unggul 12-11. Netting apiknya lalu membawanya menjauh 13-11. Kemudian, Li menepi sejenak untuk meminta perawatan medis karena merasa ada sakit pada bagian paha kirinya.
ADVERTISEMENT
Skor sempat 13-13, Jonatan kembali unggul berkat smash silangnya. Setelahnya, terjadi reli panjang, Jonatan memaksakan poin 15-13 usai ia mengakhiri pukulan-pukulan lob-nya dengan pukulan net apik.
Backhand drive Li nyangkut di net, 16-13. Dua smash nyangkut net Li menjadikan skor 18-13. Aksi bertahan Jonatan dalam mengembalikan smash Li juga patut diacungi jempol. Skor akhir 21-14. Smash-nya yang gagal dikembalikan sempurna oleh Li memastikan itu.
***
Ikuti survei kumparan Bola & Sport dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveibolasport.