Kontingen Dua Negara Ini Tak Gunakan Masker saat Defile Olimpiade 2020

23 Juli 2021 21:14 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pembawa bendera Kanykei Kubanychbekova dari Kirgistan dan Denis Petrashov dari Kirgistan memimpin kontingen mereka selama parade atlet pada upacara pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo. Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pembawa bendera Kanykei Kubanychbekova dari Kirgistan dan Denis Petrashov dari Kirgistan memimpin kontingen mereka selama parade atlet pada upacara pembukaan Olimpiade 2020 Tokyo. Foto: Kai Pfaffenbach/REUTERS
ADVERTISEMENT
Adegan menarik tersaji di Upacara Pembukaan Olimpiade 2020. Dalam acara yang diselenggarakan di Tokyo Stadium, Jumat (23/7) sore WIB, kontingen Kyrgyzstan dan Tajikistan tak mengenakan masker saat parade defile.
ADVERTISEMENT
Hal ini tampak kontras dengan kontingen lain yang melakukan parade dengan menggunakan masker. Para atlet menggunakan masker sesuai dengan protokol COVID-19 yang tengah melanda dunia.
Per laporan Reuters, hanya ada satu atlet Kyrgyzstan yang memakai masker. Sementara, 15 orang lainnya termasuk dua pembawa bendera yakni Kanykei Kubanychbekova dan Denis Petrashov masuk tanpa menggunakan masker. Dengan santainya keduanya masuk ke lapangan sambil tersenyum dan melambaikan tangan.
Beberapa saat kemudian, giliran kontingen Tajikistan yang masuk tanpa mengenakan masker.
Kembang api pada pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Tokyo, Jepang, 23 Juli 2021. Foto: Issei Kato/REUTERS
Keputusan para kontingen Kyrgyzstan dan Tajikistan untuk tidak memakai masker memang sangat disayangkan. Apalagi, saat pembukaan Olimpiade Jepang masih bergulat dengan lonjakan pandemi COVID-19.
Penambahan kasus baru masih stabil di atas 3000-an tiap harinya. Kini total kasus virus corona di Jepang mencapai 857.779.
ADVERTISEMENT
Upacara pembukaan sendiri berlangsung tertutup. Hanya seribu tamu undangan yang boleh menyaksikan langsung di dalam stadion.
Sebelum parade dimulai tuan rumah Olimpiade mengadakan mengheningkan cipta untuk mengenang orang-orang di seluruh dunia yang kehilangan nyawa akibat virus corona.