Pecah Rekor, Suhu Terpanas Kutub Utara Tembus 38 Derajat Celsius

16 Desember 2021 16:43 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gunung es terlihat di Samudra Arktik di lepas kepulauan Franz Josef Land pada 16 Agustus 2021. Foto: Ekaterina ANISIMOVA/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Gunung es terlihat di Samudra Arktik di lepas kepulauan Franz Josef Land pada 16 Agustus 2021. Foto: Ekaterina ANISIMOVA/AFP
ADVERTISEMENT
Benua Arktik di Kutub Utara mencapai suhu terpanasnya dengan capaian suhu 38 derajat Celsius. Hal ini dikonfirmasi oleh Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
ADVERTISEMENT
Temperatur yang direkam di kota Verkhoyansk, Rusia, pada 20 Juni 2020 itu terjadi selama gelombang panas yang berkepanjangan. Verkhoyansk terletak sekitar 115 kilometer di utara Lingkaran Arktik.
Meskipun semua bagian Bumi memanas, ada beberapa wilayah yang panasnya lebih cepat dibandingkan wilayah lain. Dan Arktik termasuk wilayah yang laju panasnya tercepat di dunia —memanas lebih dari dua kali rata-rata global.
WMO mengatakan bahwa gelombang panas 2021 itu memicu kebakaran yang parah, mendorong mencairnya es di laut secara masif, serta menjadi salah satu dari tiga tahun terpanas dalam catatan.
“Ada kemungkinan, memang kemungkinan besar, bahwa ekstrem yang lebih besar akan terjadi di wilayah Arktik di masa depan,” tambah pernyataan tersebut, seperti dikutip Al-Jazeera.
ADVERTISEMENT
Kutub Utara bukan satu-satunya bagian dunia yang mengalami suhu yang memecahkan rekor. Pada 2021, suhu tertinggi dalam sejarah Eropa tercatat, yakni di Syracuse, Italia, dengan suhu 48,8 derajat Celcius, menurut laporan Live Science.
Gurun Death Valley di California, AS, juga mengalami panas tertingginya ketika suhunya tembus 54,4 derajat Celcius. Angka tersebut hampir mendekati rekor suhu tertinggi yang pernah tercatat di mana pun di dunia: 55 derajat Celcius yang terjadi pada 7 Juli 1931, di Kebili, Tunisia.