Tips Hadapi Mobil yang Terbakar, Seperti Kasus Via Vallen

30 Juni 2020 15:32 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Via Vallen dan mobilnya yang terbakar. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan & Instagram/@viavallen
zoom-in-whitePerbesar
Via Vallen dan mobilnya yang terbakar. Foto: Sarah Yulianti Purnama/kumparan & Instagram/@viavallen
ADVERTISEMENT
Mobil mewah Toyota Alphard tipe G milik penyanyi dangdut Via Vallen habis terbakar pada Selasa (30/6) pagi.
ADVERTISEMENT
Dari informasi yang disampaikan Via Vallen, diduga penyebab kebakaran mobilnya karena dibakar orang yang tak dikenal.
"Tersangkanya sudah di kantor polisi," kata Via Vallen dalam unggahan video di Instagram Story-nya.
Nah bila mengalami kejadian serupa, berikut tips menghadapinya.
1. Jangan panik
Toyota Alphard milik Via Vallen yang habis terbakar. Foto: dok. Tangkapan Layar Instagram Story Via Vallen
Belajar dari kasus ini, Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan harus ada tindakan awal untuk mengurangi kerugian materil, apalagi bila api menjalar ke objek lain.
"Coba berpikir tenang jangan panik. Ini kan berkaitan dengan aset yang harus diselamatkan, karena yang saya tahu pihak asuransi akan menghilangkan klaim jika pemilik membiarkan," kata Sony saat dihubungi kumparan, Selasa (30/6).
2. Berusaha padamkan api
Sebuah mobil Toyota Avanza terbakar di Tol Dalam Kota Arah Slipi. Foto: Dok. Damkar Jakarta Barat.
Kemudian cobalah untuk memadamkan api terlebih dulu. Berkaca dari kasus ini, Sony menyarankan agar menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
ADVERTISEMENT
"Nomor satu adalah memadamkan apinya dulu, di mana pun entah saat di jalan, tempat parkir atau sengaja dibakar," ujarnya.
3. APAR yang tepat
Apar pada mobil Foto: Pixabay
Namun jangan sembarang APAR, pastikan bahannya berupa bubuk yang mengandung mono-amonium atau ammonium sulphate maupun gas karbondioksida.
APAR yang mengandung ini cocok untuk meniadakan oksigen, sehingga ampuh memadamkan api untuk kebakaran kelistrikan, maupun minyak, dan cairan bahan bakar.
"Jadi masalah sekarang banyak pengemudi yang hanya mementingkan faktor kenyamanan, sementara faktor keselamatan menyiapkan APAR ini hampir pasti tidak ada, padahal ini penting sebagai langkah preventif," tegasnya.
Ketika memiliki APAR, artinya kita bisa mengurangi potensi kebakaran yang lebih parah. Sehingga kerugian atau biaya perbaikan tak terlalu membebankan.
4. Handuk basah
Ilustrasi memadamkan api dengan handuk basah. Foto: dok. Istimewa
Nah, jika tak punya APAR cara lain untuk menghilangkan oksigen pada api bisa dengan menggunakan handuk basah. Namun pastikan dimensi handuk besar dan mampu menutup api.
ADVERTISEMENT
"Jika api belum besar, handuk basah itu kita tutup di sumber api. Dengan adanya handuk dan air ada CO itu disitu dan oksigen akan hilang, berarti sumber apinya akan hilang," jelasnya.
5. Segera hubungi petugas
Damkar Jaktim yang mengevakuasi warga di atap GOR Ciracas karena takut diisolasi dan dites corona. Foto: Damkar Jakarta Timur
Bila sempat, segera juga menghubungi layanan darurat pemadam kebakaran dan kepolisian. Hal ini juga disebutkan Sony untuk membantu proses evakuasi area sekitar, agar kebakaran tidak merembet ke objek lain.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
Saksikan video menarik di bawah ini: