Mencoba Royal Enfield Meteor 350 Menuju Gunung Cabe

3 Oktober 2021 9:17 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Geber Royal Enfield Meteor 350 ke Gunung Cabe. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Geber Royal Enfield Meteor 350 ke Gunung Cabe. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Royal Enfield Meteor 350 resmi meluncur tahun ini di Indonesia, Maret 2021 ini. Redaksi kumparanOTO akhirnya berkesempatan buat menggebernya.
ADVERTISEMENT
Bukan test ride biasa, kali ini motor bergaya cruiser klasik dengan tongkrongan hampir-davidson versi lebih kecil ini, diajak main di dua habitat, aspal sampai tanah berbatu.
Royal Enfield Meteor 350. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Ya rutenya yaitu dari diler Royal Enfield Pondok Indah, menuju Bukit Cabe Kabupaten Bogor. Total jaraknya pergi pulang mencapai 82 kilometer.
Dan momen riding ini masuk dalam event global Royal Enfield One Ride, yang diadakan serentak di seluruh dunia. Sembari mengampanyekan perjalanan yang bertanggung jawab melalui pesan global 'Leave Every Place Better'.
Geber Royal Enfield Meteor 350 ke Gunung Cabe. Foto: Dok. Istimewa

Percaya diri di jalan beraspal kota

Tak menaruh banyak ekspektasi ketika tahu akan menunggangi model paling murah dari jajaran motor Royal Enfield ini. Walaupun di akhirnya, ternyata cukup mengagumkan, ya.
Dari genre dan bentuk bodinya, sudah bisa ditebak posisi duduknya. Walaupun tak seperti motor cruiser dengan kelas di atasnya seperti yang membuat kaki bisa selonjoran, Meteor 350 tetap mengakomodasi kenyamanan
ADVERTISEMENT
Tubuh tegak dan tangan mudah menjangkau setang, sehingga tak menumpu badan. Tinggi tubuh penulis di 171 cm, tak sulit menemukan posisi enak.
Geber Royal Enfield Meteor 350 ke Gunung Cabe. Foto: Dok. Istimewa
Dirancang dengan tinggi tempat duduk 765 mm, kedua kaki redaksi kumparanOTO bisa menapak sempurna di permukaan jalan.
Pindah gigi satu, kendurkan kopling sembari putar gas, semburan tenaga dari mesin injeksi kapasitas 349 cc, berpendingin udara cukup mumpuni.
Melaju di jalan kota, menyalip bahkan meliuk-liuk di tengah kemacetan, tak ada kendala berarti. Apalagi dengan bobot yang hanya 191 kg, masih bisa ditolerir. Bikin percaya diri.
Royal Enfield Meteor 350. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
Rekomendasinya, motor ini bisa jadi teman untuk berkendara harian ya di kota-kota. Apalagi tampilannya eksentrik, bisa sembari tebar pesona di jalan.

Disiksa di habitat non aspal

Sebenarnya redaksi kumparanOTO tak mengetahui bila rute akan melalui jalanan non aspal, bebatuan dan tanah. Karena memang dari segi struktur, motor ini tak dirancang untuk itu.
ADVERTISEMENT
Namun apa boleh buat, ternyata road captain rombongan, Bimo Sulistyo yang juga Rides and Community Manager Royal Enfield Indonesia, memilihkan jalan yang lumayan ekstrem.
Geber Royal Enfield Meteor 350 ke Gunung Cabe. Foto: Dok. Istimewa
Meski sempat ragu, redaksi kumparanOTO bisa menyelesaikan perjalan di habitat off-road ini dengan baik. Walaupun ada catatan-catatannya.
Ketika melalui jalan super rusak dan bebatuan, suspensi belakang kurang mumpuni meredam benturan-benturan, khususnya bila kecepatannya di atas 10 km/jam. Tapi bukan masalah karena bila kita melaluinya dengan perlahan, pastinya akan tetap nyaman.
Yang penting lagi, membawa motor jenis ini ke habitat non aspal, butuh skill berkendara. Selain keseimbangan, insting memilih jalur jalan juga penting.
Geber Royal Enfield Meteor 350 ke Gunung Cabe. Foto: Dok. Istimewa

Konsumsi bahan bakar bikin kocek senyum

Menariknya adalah soal konsumsi BBM. Pergi pulang dengan total jarak lebih dari 80 kilometer ini, cuma berkurang satu bar saja.
ADVERTISEMENT
Pada indikator kapasitas BBM Royal Enfield Meteor 350 ada 7 bar. Kapasitas tangki sendiri mencapai 15 liter. Jadi kurang lebih satu barnya mewakili 2,1 liter.
Jadi bisa dibilang untuk menempuh jarak 80 kilometer lebih, hanya butuh 2 liter bensin saja. Sementara jenis BBM yang digunakan adalah Pertamax RON 92.