Begini Alur Pengetesan Helm yang Sesuai SNI

11 April 2021 9:30 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Berbagai helm Cargloss di Jakarta Helmet Exhibition Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Berbagai helm Cargloss di Jakarta Helmet Exhibition Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
ADVERTISEMENT
Sebagai pelindung kepala pengguna sepeda motor, helm tak bisa sembarangan dibuat. Ada prosedur dan standar khusus, agar layak digunakan.
ADVERTISEMENT
Indonesia sendiri ada Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811:2007, yang menetapkan spesifikasi teknis untuk helm, termasuk helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full -face).
"Ini penting diketahui pengguna sepeda motor, sebagai edukasi supaya ke depannya lebih cerdas dalam memilih helm, demi keselamatan," tutur Endin Nasrudin, General Manager Cargloss Helmet belum lama ini.
Cargloss Helmet sendiri seperti diungkapkan Endin, memiliki lab pengujian helm. Fasilitas uji Cargloss Helmet Quality Assurance ini sesuai dengan regulasi SNI 1811:2007, JIS 8133:2007 dan ECE:2002.

Tahapan uji helm

Nah setidaknya terdapat 5 alat uji sebagai tahapan untuk memastikan kualitas helm tak abal-abal. Berikut lengkapnya.
Pengujian helm Cargloss di Indonesia. Foto: Cargloss
1. Tracking point
Bagian ini, menggunakan alat yang berfungsi untuk menentukan titik pengujian pada helm. Ada 4 titik pengujian dalam 1 helm; bagian atas helm, samping kanan, kiri dan belakang.
ADVERTISEMENT
2. G–Shock test (uji Penyerapan Kejut)
Pengujian helm Cargloss di Indonesia. Foto: Cargloss
Alat pada tahapan ini digunakan untuk menguji ketahanan helm terhadap benturan benda tumpul atau bidang datar. Nilai hasil pengujian tidak boleh lebih dari 300G.
Endin mengatakan, semakin tinggi nilainya atau di atas 300G, maka kemampuan helm untuk menyerap getaran buruk. Efeknya kepala bisa gegar otak.
"Rata-rata helm dari Cargloss nilai pengujiannya di kisaran 150G saja. Dan ini memenuhi kriteria," ucapnya.
3. Penetrasi test
Pengujian helm Cargloss di Indonesia. Foto: Cargloss
Kemudian giliran helm diuji ketahanannya, terhadap benturan benda tajam. Mekanismenya, ketika helm diuji dan alarm alat uji tidak berbunyi maka hasil pengujian dinyatakan bagus.
"Dan begitu juga sebaliknya. Bila alarm menyala tandanya helm not good," tutur Endin.
4. Chinstrap test (uji kekuatan penahan dagu)
Pengujian helm Cargloss di Indonesia. Foto: Cargloss
Fungsinya untuk menguji, apakah tali helm kuat alias tak mengendur ketika pengendara motor mengalami kecelakaan.
ADVERTISEMENT
"Saat diuji, tali dagu tidak boleh mengalami perpanjangan lebih dari 32 mm," ujarnya.
5. Roll of (uji efektivitas penahan)
Pengujian helm Cargloss di Indonesia. Foto: Cargloss
Nah berbeda dengan chain strap test, untuk yang ini untuk menguji efektivitas penahan tali dagu helm. Hasil uji dinyatakan bagus jika helm tidak lepas dari alat uji.
Endin menambahkan, terkait dengan mekanisme pengujian strap helm, untuk SNI sendiri cukup dengan penggunaan sistem penguncian microlock. Walaupun ada juga yang menggunakan Double D Ring dan Buckle biasa.