Baru 25 Persen Pajero Sport Tertangani Recall Masalah Pintu Bagasi

23 November 2019 11:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mitsubishi Pajero Sport
zoom-in-whitePerbesar
ADVERTISEMENT
PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) pada Februari dan September 2018 lalu mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) untuk Pajero Sport.
ADVERTISEMENT
Kala itu, SUV ladder frame jagoannya itu terdampak masalah pada tailgate gas spring atau komponen hidrolik pada pintu bagasi.
Berdasar investigasi, sistem hidrolik pintu bagasi kekurangan lapisan anti karat pada bagian ujung tabung, sehingga mengakibatkan timbul karat. Apabila berkarat, tutupnya bisa terlepas dan pintu bagasi juga bisa lepas secara tiba-tiba.
Perawatan rutin mobil, servis mobil, Pajero Sport dan Outlander Sport yang tengah diservis Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Ada dua model yang bermasalah: Pajero Sport lawas tahun produksi antara tahun 2009 sampai 2015 sebanyak 77.196 unit dan tahun produksi 2016 sebanyak 14.499 unit.
Lalu setelah setahun lebih, bagaimana update recall ini?
Merespons hal tersebut Head of PR & CSR Department PT MMKSI Aditya Wardhani menjelaskan, sejak kampanye pertama bergulir hingga Oktober 2019, sudah seperempat dari total tersebut ditangani.
ADVERTISEMENT
"Pencapaian sampai tanggal 31 Oktober 2019 yaitu Pajero Sport atau tailgate gas spring sekitar 25,01 persen," kata Aditya kepada kumparan. Artinya baru sekitar 22.900-an unit yang tertangani.
Target penanganan
Meski begitu Director of After Sales Division PT MMKSI Eiichio Hamazaki menuturkan, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut lagi soal jumlah pasti.
"Namun, antara Mitsubishi Motors Corporation (MMC) dan MMKSI, initial target kami adalah 30 persen mobil harus datang untuk diperbaiki," kata Hamazaki saat ditemui di Jakarta Selatan belum lama ini.
Initial target sendiri merupakan target berjangka waktu tertentu.
Hamazaki pun bukannya tanpa alasan hanya mematok target 30 persen dari total mobil yang terdampak. Pabrikan terkendala karena sudah banyak mobil yang tidak lagi dimiliki orang pertama.
ADVERTISEMENT
"Permasalahannya adalah karena mobilnya sudah dipindahtangankan, maka kami tetap berusaha memanggil konsumen untuk datang ke bengkel resmi," lanjutnya.
Dari total mobil yang terdampak sebanyak 91.695 unit, targetnya berarti sekitar 27.508 unit yang harus tertangani.