5 Merek Mobil yang Hengkang dari Indonesia

1 November 2019 14:24 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Interior Chevrolet Spark di acara GIIAS 2018 Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Interior Chevrolet Spark di acara GIIAS 2018 Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
General Motors (GM) akhirnya mengangkat bendera putih. Perusahaan otomotif asal Negeri Paman Sam itu akan menghentikan penjualan jenama Chevrolet di Indonesia pada akhir Maret 2020.
ADVERTISEMENT
President GM Asia tenggara, Hector Villarreal, mengatakan segmen pasar otomotif di Indonesia tidak memberikan keuntungan yang signifikan bagi merek berlogo dasi kupu-kupu tersebut.
“Faktor-faktor ini juga membuat kegiatan-kegiatan operasional kami menjadi semakin terpengaruh oleh faktor-faktor yang lebih luas di Indonesia, seperti pelemahan harga komoditas dan tekanan mata uang asing.” kata Hector Villarreal, dalam keterangan resminya, Senin (28/10).
Secara historis, Chevrolet hanya salah satu merek yang menutup lini penjualannya di Indonesia. Berikut deretan lima merek mobil yang telah hengkang dari Indonesia karena kalah persaingan.
1. Ford
Ilustrasi Ford Foto: Reuters/Carlos Jasso
Tiga tahun lalu, merek Ford sudah lebih dulu angkat kaki dari Tanah Air pada tahun 2016. Di Indonesia, Ford dipasarkan oleh PT Ford Motor Indonesia sebagai agen pemegang merek yang berdiri pada tahun 2000.
ADVERTISEMENT
Namun, kini kabar Ford kembali ke Indonesia mulai mencuat kembali. Di bawah perusahaan pemegang bisnis layanan purnajual, suku cadang, dan klaim garansi Ford di Tanah Air, RMA Indonesia, Ford akan melanjutkan penjualannya lagi.
"Minta doanya saja, insyaallah segera Ford akan kembali menyapa para pecinta mobil Ford lagi," kata Sales and Marketing Senior Manager RMA Indonesia, Yanto Mardianto.
2. Subaru
Unit Subaru yang dilelang Foto: dok. lelang.go.id
Selama mengaspal di Indonesia, penjualan Subaru bertumpu pada PT Motor Image Indonesia. Merek ikonik ini memasarkan beberapa model mobil, seperti Forester, Exiga, hingga Impreza.
Sayangnya pabrikan asal Jepang ini harus hengkang dari Indonesia karena tersandung masalah pajak. Ratusan mobil Subaru disita karena kasus pemalsuan pajak dokumen impor Subaru pada tahun 2013.
ADVERTISEMENT
Selain aset berupa mobil, negara juga menyita aset lain yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Batam, Malang, Surabaya, Denpasar, dan Tangerang.
3. Infiniti
Infiniti QX80 Monograph. Foto: Dok. infiniti.
Infiniti merupakan sub-merek yang menjual segmen mobil premium di bawah bendera PT Nissan Motor Indonesia. Penjualannya di Indonesia pertama kali dibuka pada tahun 2011 sebanyak 56 unit.
Namun, pada tahun-tahun berikutnya, angka penjualan Infiniti terus menurun. Tahun 2012 tercatat sebanyak 36 unit.
Sedangkan sejak 2014, penjualan Infiniti tak mampu menyentuh 10 unit; 2014 (8 unit), 2015 (9 unit), 2016 (1 unit). Merek asal Jepang ini pun menyerah dan tutup pada tahun 2018.
4. Opel
Opel Astra (Foto: Opel)
Sebelum Chevrolet, GM pernah eksis di Indonesia dengan produk Opel Blazer pada tahun 1990-an. Kala itu, General Motors memilih Opel karena produknya lebih banyak menarik perhatian masyarakat, sebut saja Opel Vectra.
ADVERTISEMENT
Opel Blazer diproduksi PT General Motors Buana Indonesia dan dijual pertama kali pada tahun 1996. Namun, kiprah Opel mulai meredup pada tahun 2005 dan menutup pabriknya.
Kemudian, General Motors (GM) melepas kepemilikan merek Opel ke PSA Group karena gagal mencapai target balik modal pada 2016. Kesepakatan ini terjadi berkat dana 2,3 miliar dolar AS yang disodorkan PSA Group ke Detroit.
5. Geely
Geely. Foto: Reuters/Mike Cassese
Wuling bukan satu-satunya merek mobil Tiongkok yang memasarkan produknya ke Indonesia. Sebelumnya, ada Geely Automobile, merek dari Zhejiang Geely Holding Group Co, yang memulai sayap bisnisnya di Indonesia lewat Geely Mobil Indonesia pada tahun 2010.
Tak seperti Wuling, Geely tak mampu bersaing dengan produk Jepang. Pada tahun 2016, perusahaan yang bermarkas di Zhejiang, Tiongkok, ini menutup penjualannya di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Pada tahun 2017, Geely membeli saham Proton, perusahaan mobil asal Malaysia, sebanyak 49,9 persen. Langkah ini diambil agar Geely mendapat askes teknologi Lotus, merek sportscar asal Inggris. Bisa jadi nantinya Geely akan berkolaborasi dengan Proton dan kembali ke Indonesia.