Wagub DKI soal Anies Baca Buku How Democracies Die: Tak Usah Ditafsir Berlebihan

24 November 2020 13:18 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membaca buku 'How Democracies Die' Foto: Twitter @aniesbaswedan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, membaca buku 'How Democracies Die' Foto: Twitter @aniesbaswedan
ADVERTISEMENT
Pada hari Minggu (22/11), Anies Baswedan mengunggah foto dirinya tengah santai dan membaca buku, How Democracies Die karangan Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt. Foto yang ia unggah di akun twitter pribadinya ini lalu viral, dan ditafsirkan oleh beberapa pihak, bahwa Anies tengah mengirim pesan.
ADVERTISEMENT
Melihat itu, Wagub DKI Jakarta Riza Patria menilai, itu merupakan hal yang biasa. Anies banyak membaca buku dan tak perlu ditafsirkan berlebihan.
"Artinya saya kira Pak Gubernur dan semua pemimpin membaca buku itu biasa. Sesuatu yang baik dengan berbagai judul. Jadi enggak usah ditafsirkan berlebihan," kata Riza di Balaikota DKI, Selasa (24/11).
Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria melakukan peninjauan sejumlah fasilitas umum yang rusak usai demo di Jakarta. Foto: PPID DKI JAKARTA
Menurut Riza, semua pemimpin pemerintahan bahkan politikus bisa membaca beragam buku yang disuka. Seharusnya, masyarakat menanggapi secara bijak.
"Pak Anies dan banyak pemimpin lainnya biasa baca buku. Judulnya macam-macam. Mulai dari judul soal agama sampai seni budaya, jadi saya kira kita sikapi secara bijak," kata Riza.
Beberapa pengamat sebetulnya sepakat dengan Riza, salah satunya adalah Muhammad Qodari dari Indobarometer. Tapi, ia menambahkan, bahwa sebetulnya ada pesan yang tengah disampaikan Anies melalui buku tersebut. Bahwa semua negara demokrasi bisa saja mengalami kemunduran sistem demokrasi.
ADVERTISEMENT