Tangis Anggiat Pasaribu saat Minta Maaf pada Ibu Arteria

26 November 2021 7:41 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anggiat Pasaribu saat mediasi dengan pihak Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan di Ruang Fraksi PDIP DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggiat Pasaribu saat mediasi dengan pihak Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan di Ruang Fraksi PDIP DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
ADVERTISEMENT
Perseteruan antara Anggiat Pasaribu alias Rindu dengan politikus PDIP Arteria Dahlan berakhir damai. Kedua pihak telah saling memaafkan usai bertemu di Gedung DPR, Senayan, Kamis (25/11).
ADVERTISEMENT
Pertemuan keduanya berlangsung di ruang Fraksi PDIP lantai 7 DPR. Anggiat datang pukul 13.12 WIB. Dia terlihat didampingi saudaranya, Clanse Pakpahan, bersama beberapa orang lain. Namun tidak ada sosok Lettu Bayu yang disebut sebagai suami Anggiat.
Setelah tiba Anggiat terlihat lemas dan langsung duduk. Dia terlihat terus menundukkan kepala.
"Kita dampingi, karena lagi sakit," kata seorang wanita yang ikut mendampingi Anggiat, Kamis (25/11).
Perdamaian antara Anggiat dan Arteria dimediasi oleh beberapa pihak, salah satunya politikus PPP Hasan Husaeri Lubis. Hasan sempat mengadakan pertemuan dengan Anggiat untuk mendengarkan duduk perkasa cekcok dengan Arteria.

Tangis Pecah saat Sungkem ke Ibu Arteria Dahlan

Anggiat Pasaribu sungkem ke Ibunda Arteria Dahlan di Ruang Fraksi PDIP DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Dalam pertemuan itu juga hadir ibu dari Arteria Dahlan. Sosok utama yang berseteru dengan Anggiat saat di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu (21/11) lalu.
ADVERTISEMENT
"Saya minta maaf," kata Anggiat saat sungkem dan bersalaman dengan ibu Arteria, Kamis (25/11).
Di saat itulah tangis Anggiat pecah. Keduanya sempat terlihat berdialog, namun kurang jelas apa yang disampaikan keduanya.
"Saya makasih ke emak, ibu yang mau memaafkan," kata politisi PPP Hasan yang ikut hadir sebagai mediator.

Permintaan Maaf Anggiat

Anggiat Pasaribu memeluk Ibunda Arteria Dahlan di Ruang Fraksi PDIP DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11). Foto: Annisa Thahira Madina/kumparan
Setelah sungkem dan bersalaman dengan ibu Arteria, Anggiat menyampaikan langsung permintaan maafnya. Ia mengaku khilaf atas cekcok yang sempat terjadi. Dia mengatakan tak akan mencari pembenaran atas apa yang terjadi.
"Kedatangan Rindu datang ke sini minta tolong sama abang Rindu, sama semua, terima kasih, Bang Arteria, ibu mau menerima saya hadir di sini," kata Anggiat, Kamis (25/11).
"Rindu di sini enggak mau cari pembenaran segala macam, Rindu khilaf, Rindu salah banget. Enggak ada pembenaran dari Rindu melakukan itu semua jadi gaduh," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
Anggiat terus meminta maaf atas tindakannya yang sudah kurang ajar terhadap ibu Arteria.
"Semuanya Rindu minta maaf khususnya sama Ibu, sama Abang, sudah sekurang ajar itu Rindu bikin minta maaf, Bang," kata Anggiat.

Ibunda Arteria Dahlan Maafkan Rindu

Anggiat Pasaribu saat melakukan mediasi dengan pihak Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan di komplek Parlemen, Jakarta. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Mendengar permintaan maaf tersebut, Ibu Arteria, Wasniar mengungkapkan dirinya sejak awal sudah memaafkan Anggiat. Namun, sosok yang juga merupakan seorang guru itu mengaku heran karena Anggiat justru melaporkannya ke Polres Bandara Soetta.
"Sejak awal kami itu sudah memaafkan, cuma kami heran kok masih dilaporkan. Ibu memang seorang guru, 35 tahun di dunia pendidikan, mengajar di SMP 1 Perguruan Cikini, menghadapi berbagai anak dengan berbagai perangai tapi tidak apa. Itu sudah bagian dari kehidupan Ibu dan hidup di dunia pendidikan," kata Wasniar.
ADVERTISEMENT
"Jadi [Rindu] Ibu sudah memaafkan," tambahnya.
Ia mengaku perlakuan Anggiat di Bandara Soetta cukup mengejutkannya. Tetapi, Wasniar menegaskan telah memaafkan Anggiat, mengingat tuntutan terkait cekcok di kepolisian juga telah dicabut.
“Tapi peristiwa kemarin itu memang untuk Ibu berat sekali. Sangat mengagetkan, cukup mengagetkan. Memang Ibu seorang guru, menghadapi anak macam-macam, tapi belum pernah seperti ini. Tapi Rindu, Ibu sudah memaafkan,” tutur Wasniar.