Satgas Karhutla Padamkan Api yang Bakar 14 Hektar Lahan di Dairi, Sumut

31 Juli 2021 20:44 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Upaya pemadaman karhutla yang dilakukan satgas BPBD Kab. Dairi, Sumatera Utara, Jumat (30/7). Jenis vegetasi yang terbakar adalah lahan semak belukar. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Foto: BPBD Kab. Dairi
zoom-in-whitePerbesar
Upaya pemadaman karhutla yang dilakukan satgas BPBD Kab. Dairi, Sumatera Utara, Jumat (30/7). Jenis vegetasi yang terbakar adalah lahan semak belukar. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Foto: BPBD Kab. Dairi
ADVERTISEMENT
Satgas Karhutla BPBD Kabupaten Dairi berhasil memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di Desa Silalahi 4, Silahisabungan, Dairi, Sumatera Utara. Kebakaran itu terjadi pada Jumat (30/7).
ADVERTISEMENT
"Lahan yang terbakar adalah semak belukar dan saat ini api sudah terkendali," kata Kepala Bidang Kedaduratan dan Logistik BPBD Dairi, Marsius Sitorusmelalui keterangan tertulis, Sabtu (31/7).
Satgas yang beranggotakan personel BPBD, TNI/Polri, dan Mangala Agni harus memadamkan 14 hektar lahan yang terbakar secara manual. Mereka harus menggendong pompa air untuk mencapai titik api dan memadamkannya.
Upaya pemadaman karhutla yang dilakukan satgas BPBD Kab. Dairi, Sumatera Utara, Jumat (30/7). Jenis vegetasi yang terbakar adalah lahan semak belukar. Saat ini api sudah berhasil dipadamkan. Foto: BPBD Kab. Dairi
Selain mesti menggunakan peralatan manual, Satgas juga terhalang dengan kondisi yang curam serta terjal.
"Tidak terdapat korban jiwa dari kejadian karhutla tersebut. Saat ini masih dilakukan penyelidikan terhadap penyebab terjadinya karhutla," ucap Marsius.
Sementara itu, BMKG mencatat beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Curah hujan di beberapa wilayah relatif sudah menurun bahkan cenderung kering khususnya di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Hal tersebut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
ADVERTISEMENT
BNPB terus mengimbau kepada pemangku kebijakan untuk mempersiapkan rencana kesiapsiagaan sebagai langkah mitigasi dan upaya pengurangan risiko karhutla di wilayahnya.