Raih Bhumandala Award 2022, Kementerian PUPR Tingkatkan Informasi Geospasial

26 November 2022 10:46 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali meraih penghargaan dalam Bhumandala Award 2022 oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) . Foto: Dok. PUPR
zoom-in-whitePerbesar
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali meraih penghargaan dalam Bhumandala Award 2022 oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) . Foto: Dok. PUPR
ADVERTISEMENT
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menerima penghargaan dalam Bhumandala Award 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Hotel Borobudur, Jakarta, Jumat (27/11/2020).
ADVERTISEMENT
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR Zainal Fatah yang hadir mewakili Menteri PUPR Basuki Hadimuljono merasa bangga dan terhormat dapat mewakili Kementerian PUPR dalam menerima penghargaan tersebut.
“Hari ini Kementerian PUPR tentu berbangga karena dari sekian banyak yang menerima penghargaan malam ini, kita termasuk yang mendapatkan penghargaan lebih dari satu, bahkan tiga kategori. Tentu ini suatu prestasi yang luar biasa, prestasi ini tidak mungkin bisa kita capai tanpa kerja keras dan kerja sama antar pihak, karena tidak mungkin Pusdatin bisa bekerja tanpa kerja sama serta kolaborasi yang baik dari unit organisasi terkait,” kata Zainal Fatah.
Kementerian PUPR menerima tiga penghargaan kategori Kementerian/Lembaga yang meliputi Bhumandala Rajata, Bhumandala Kencana (Pemanfaatan Simpul Jaringan Terbaik), serta Bhumandala Nama Rupabumi.
ADVERTISEMENT
Pemutakhiran data Informasi Geospasial Tematik (IGT) di Kementerian PUPR dilakukan dengan memanfaatkan Application Programming Interface (API) dari sistem informasi masing-masing unit organisasi dan diintegrasikan ke Data Warehouse Pusdatin.
Sampai dengan November 2022, Kementerian PUPR telah memiliki 53 layer IGT pada dashboard geospasial infrastruktur dengan tautan https://sigi.pu.go.id/ast/ serta terdapat 18.465 layer data yang dikelola dalam Geoportal SIGI PUPR (https://sigi.pu.go.id/portalpupr). Selain informasi geospasial, data-data Kementerian PUPR juga disajikan secara statistik melalui Portal Open Data pada tautan https://data.pu.go.id.
Jumlah pengunjung aplikasi SIGI dan Open Data sebanyak 11.657 orang. Permintaan Data melalui Aplikasi Layanan Setjen, surat melalui TNDE maupun surel mencapai 7.097 permohonan dan hits layanan API mencapai 268.568 hit.
Bhumandala Award 2022 ini merupakan kali keempat yang diterima Kementerian PUPR dalam mengembangkan Simpul Jaringan dan meningkatkan Pemanfaatan Informasi Geospasial yang inovatif. Sebelumnya, Kementerian PUPR meraih penghargaan pada 2016, 2018, dan 2020.
ADVERTISEMENT
“Penghargaan ini merupakan penghargaan untuk kita semua, keluarga besar dan insan PUPR. Oleh karena itu, dengan penghargaan ini kita bisa jauh lebih semangat lagi untuk berprestasi. Selamat kepada teman-teman, mudah-mudahan dengan penghargaan dan pengakuan dari eksternal ini, kita makin semangat untuk berprestasi melayani negeri,” kata Zainal Fatah.
Atas penghargaan pengelolaan informasi geospasial, Kementerian PUPR siap untuk lebih meninggalkannya. Foto: Dok. PUPR
Kepala BIG Muhammad Arif Marfai mengucapkan selamat atas penghargaan yang diterima oleh para pemenang nominasi serta berharap ajang ini dapat menjadi inspirasi.
“Penganugerahan ini bertujuan untuk memberikan motivasi dan inspirasi kepada kita semua serta meningkatkan semangat kita bersama dalam pengelolaan informasi geospasial dalam Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dalam upaya untuk membangun pilar-pilar infrastruktur informasi geospasial,” tandas Arif Marfai.
Penyelenggaraan Bhumandala Award-Penghargaan Simpul Jaringan Informasi Geospasial telah memasuki tahun keempat sejak pertama kali diselenggarakan tahun 2014. Dalam perjalanannya, proses monitoring dan evaluasi terhadap kinerja simpul jaringan selalu disinergikan dengan Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional.
ADVERTISEMENT
Selain itu, terbitnya Perpres 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia menjadi komitmen bahwa penyelenggaraan Informasi Geospasial harus memenuhi standar data, memiliki metadata yang baku serta memenuhi kaidah interoperabilitas data.