Pelaku Penembakan di Spa Atlanta: Pria Religius yang Kecanduan Seks

18 Maret 2021 10:36 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Garis polisi terpasang di luar Gold Spa setelah penembakan mematikan di panti pijat dan spa dua hari di daerah Atlanta, di Atlanta, Georgia, AS, (16/3) Foto: Chris Aluka/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Garis polisi terpasang di luar Gold Spa setelah penembakan mematikan di panti pijat dan spa dua hari di daerah Atlanta, di Atlanta, Georgia, AS, (16/3) Foto: Chris Aluka/REUTERS
ADVERTISEMENT
Kerabat pelaku penembakan di tiga spa di Atlanta mengeluarkan kesaksian mengejutkan. Dia menyebut, pelaku menderita kecanduan seks.
ADVERTISEMENT
Kesaksian itu disampaikan oleh Tyler Bayless (35). Ia adalah rekan sekamar Robert Aaron Long (21) yang merupakan pelaku penembakan tragis di Atlanta pada Selasa (16/3/2021) yang menewaskan 8 orang, mayoritas wanita Asia.
Bayless dan Long bertemu di pusat rehabilitasi Maverick Recovery pada akhir 2019 lalu. Bayless mengaku direhab karena kecanduan narkoba dan Long lantaran kecanduan seks.
Garis polisi terpasang di luar Gold Spa setelah penembakan mematikan di panti pijat dan spa dua hari di daerah Atlanta, di Atlanta, Georgia, AS, (16/3) Foto: Chris Aluka/REUTERS
Bayless mengatakan dia terakhir kali bertemu Long pada Februari 2021. Dia menjelaskan, Long berulang kali mengaku kepadanya bahwa dia sering ke panti pijat untuk melakukan aktivitas seksual.
"Long sebenarnya orang yang religius dan menjadi sangat emosional karena dia sering mengunjungi tempat semacam itu," ucap Long.
"Di tempat rehab dia bercerita mengenai kecanduan seksual yang sering kambuh. Dia mengaku malu dan menyesal dan kerap berdoa untuk kembali ke jalan Tuhan," sambung dia.
Garis polisi terpasang di luar Gold Spa setelah penembakan mematikan di panti pijat dan spa dua hari di daerah Atlanta, di Atlanta, Georgia, AS, (16/3) Foto: Chris Aluka/REUTERS
Kantor berita Reuters telah menghubungi tempat rehab Maverick Recovery, namun ternyata fasilitas itu sudah tutup.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, aparat keamanan yang menyelidiki kasus Long tidak menampik soal kecanduan seks. Bahkan, hal itu diduga kuat jadi motif Long meneror tiga tempat spa dan menargetkan wanita Asia sebagai korban.
Pihak berwenang kini juga tengah menginvestigasi apakah Long pernah terdoktrin sentimen anti-imigran dan anti-Asia di Amerika Serikat atau tidak.
Korban jiwa akibat ulah Long mayoritas warga Asia. Penembakan di Atlanta terjadi di tengah meningkatnya sentimen anti-Asia yang meningkat di Negeri Paman Sam sepanjang pandemi COVID-19.