Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0

ADVERTISEMENT
Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Yuyu Sutisna memimpin langsung upacara peringatan HUT ke-74 TNI AU. Dalam kesempatan itu, Yuyu menyebut perayaan tahun ini sangat istimewa, karena menjadi HUT TNI AU terakhirnya sebagai prajurit aktif. Yuyu akan memasuki masa pensiun Juni mendatang.
ADVERTISEMENT
"Bagi saya pribadi, Hari Ulang Tahun ke-74 TNI Angkatan Udara terasa sangat istimewa. Inilah HUT TNI AU terakhir saya sebagai prajurit aktif," ungkap Yuyu saat memberi sambutan di Mabes TNI AU Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (9/4).
Pria kelahiran Cicalengka, 10 Juni 1962 ini lalu memberi pesan moral kepada generasi penerusnya. Menurutnya, masalah kepemimpinan dan jabatan silih berganti, tapi yang abadi adalah pertanggung jawaban sebagai seorang prajurit.
"Kepemimpinan, pengabdian keprajuritan, apa pun posisi dan jabatannya, akan datang dan pergi serta silih berganti. Namun harus diingat, bahwa pertanggung jawabannya akan kekal dan terus berlanjut hingga di alam keabadian nanti," jelasnya.
"TNI Angkatan Udara ini, bukan milik kalian ataupun milik saya pribadi. Ini adalah amanah dari Tuhan, amanah dari rakyat Indonesia," imbuhnya.
Yuyu menegaskan siapa pun pemimpin harus mengemban amanah dengan baik, sehingga dapat mempertanggung jawabkan semuanya di hadapan Tuhan. Oleh karena itu, ia meminta prajurit TNI AU untuk tak risau dengan masalah jabatan dan keberuntungan.
ADVERTISEMENT
"Tanamkan keyakinan pada hati dan pikiran kalian, akan kebenaran falsafah “Tri Sakti Viratama”, yaitu tanggap, tanggon, dan trengginas, yang telah dikenalkan sejak awal kelahiran kalian sebagai insan Swa Bhuwana Paksa," terangnya.
Menurut Yuyu, seorang pemimpin besar memiliki perjuangan yang tak mudah dan sejak dini selalu menempa diri dengan berbagai rintangan.
"Maka, jadilah prajurit berkarakter luhur yang dekat dengan Tuhan dan rakyat, memiliki ilmu yang bermanfaat bagi organisasi, serta terus menjaga kesamaptaan diri untuk menghadapi segala penugasan. Jika ini sudah kalian lakukan dan jaga, kalian akan tetap bersinar, saat sedang beruntung ataupun tidak," pungkasnya.
Sosok Yuyu Sutisna
Yuyu resmi memimpin Korps Swa Buana Paksa sejak 17 Januari 2018. Dia menggantikan Hadi Tjahjanto yang naik menjadi Panglima TNI. Ia sebelumnya merupakan Wakasau saat Hadi masih menjabat sebagai KSAU.
ADVERTISEMENT
Kiprah lulusan Akademi Angkatan Udara 1986 itu tak bisa dianggap remeh. Lulus dari AAU, Yuyu bergabung dengan korps penerbang tempur. F-5 Tiger pesawat pertama yang diawakinya. Dia juga dikenal dengan call sign 'Lion'.
Sejak saat itu, Yuyu terus memegang peranan penting dalam berbagai jabatan di TNI AU. Dia lalu dipercaya menjabat sebagai Danlanud Iswahyudin saat menyandang pangkat jenderal bintang 1.
Pria asal Cicalengka ini lalu menempati jabatan lain sebagai Panglima Komando Operasi AU I (Pangkoops I) dan resmi menyandang pangkat jenderal bintang 2.
Yuyu lalu dipercaya Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas). Saat itu, pangkatnya juga naik menjadi jenderal bintang 3.
Bapak 3 anak ini lalu mendapat tugas baru sebagai Wakasau menggantikan Marsdya Hadiyan Sumintaatmadja. Setahun berselang, Yuyu resmi menjadi KSAU. Yuyu akan pensiun pada Juni 2020.
ADVERTISEMENT
-----------------------------------------
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!