Kronologi Dugaan Bunuh Diri Editor MetroTV Yodi Prabowo

25 Juli 2020 13:48 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Metro TV berduka cita atas wafatnya Yodi Prabowo, News Video Editor. Foto: Instagram/@metrotv
zoom-in-whitePerbesar
Metro TV berduka cita atas wafatnya Yodi Prabowo, News Video Editor. Foto: Instagram/@metrotv
ADVERTISEMENT
Polda Metro Jaya akhirnya menyimpulkan kasus tewasnya editor MetroTV Yodi Prabowo diduga kuat sebagai kasus bunuh diri. Kesimpulan diambil setelah melakukan sejumlah pemeriksaan mulai dari olah TKP, pemeriksaan forensik, saksi, hingga pemeriksaan transaksi keuangan dan pesan-pesan di handphone korban.
ADVERTISEMENT
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat mengatakan, hasil dari pemeriksaan secara menyeluruh yang digelar hampir 2 minggu menghasilkan kesimpulan bunuh diri. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Sabtu (25/7).

Kronologi Tewasnya Yodi Prabowo Menurut Polisi

7 Juli 2020
Pukul 14.21 WIB
Penyidik memeriksa pisau yang ditemukan di TKP sebagai satu-satunya barang bukti yang menyebabkan Yodi tewas. Asal muasal pisau akhirnya ditemukan polisi.
Pada tanggal 7 Juli, Yodi membeli pisau dengan merk dan jenis yang sama dengan pisau yang ditemukan di TKP. Pisau itu ia beli di Ace Hardware, Rempoa. Hal itu dibuktikan dengan CCTV dan struk yang didapatkan dari pihak Ace Hardware.
ADVERTISEMENT
Pembelian pisau terbilang singkat, hanya 8 menit. Polisi menduga, memang sudah menyasar pisau sejak masuk ke toko.
"Kapan itu? beberapa hari yang lalu. Kemudian lakukan cek CCTV dan didapatkan fakta bahwa yang membeli pisau tersebut adalah korban sendiri," sambungnya.
Tanggal 7-8 Juli 2020
Sekitar Pukul 00.00-02.00 WIB
Pada 7 Juli sekitar pukul 00.00 WIB, dari keterangan saksi yang diperiksa, motor Yodi belum ditemukan di TKP oleh warga yang melakukan ronda malam. Setelah warga kembali ke TKP sekitar pukul 02.00 WIB, motor Yodi baru terlihat terparkir di lokasi kejadian.
Dari hasil keterangan saksi tersebut, Ade menyimpulkan, Yodi kemungkinan melakukan bunuh diri pada rentang waktu 00.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB.
ADVERTISEMENT
"Penjelasan saksi, motor jam 12 malam 7 Juli malam belum ditemukan yang ngeronda. Kemudian ronda mutar lagi, pukul 02.00 WIB, motor ditemukan. Perkiraan kejadian jam 12.00 malam hingga jam 02.00 dini hari," jelasnya.
Saat motor ditemukan, kata dia, motor terparkir rapi dan tak ada kerusakan atau bercak darah pada motor Yodi. Seluruh barang milik Yodi juga utuh di TKP.
Pemakaman Editor MetroTV Yodi Prabowo di TPU Sandratex, Ciputat Timur. Foto: Dok. Rizky Adam
10 Juli 2020
Pukul 11.00 WIB
Mayat Yodi pertama kali ditemukan di pinggir jalan Tol JORR oleh anak-anak yang sedang bermain layang-layang. Saat ditemukan, Yodi dalam posisi tertelungkup rapi dengan baju, jaket, dan helmnya. Warga yang menemukan langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pesanggrahan.
Pukul 11.10 WIB
Polisi tiba di lokasi. Garis polisi langsung dipasang untuk mengamankan TKP.
ADVERTISEMENT
Polisi menemukan sejumlah barang yang ada di sekitar jasad itu. Seperti dompet, KTP atas nama Yodi Prabowo, NPWP, ATM Mandiri, 3 STNK, uang Rp 40.000, helm, jaket, dan tas. Polisi memastikan tidak ada barang yang hilang.
Pukul 15.00 WIB
Polisi masih berada di lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan sejumlah bukti. Termasuk adanya pisau di sekitar lokasi ditemukannya Yodi.
11 Juli 2020
Jenazah Yodi Prabowo dimakamkan di TPU Sandratex, Ciputat. Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu diautopsi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Pemakaman Editor MetroTV Yodi Prabowo di TPU Sandratex, Ciputat Timur. Foto: Dok. Rizky Adam
14 Juli 2020
Polisi memeriksa CCTV Tol JORR, yang terpasang tak jauh dari lokasi kejadian. Namun polisi terkendala kualitas CCTV yang buram karena malam hari, dan terlalu jauh dari TKP. Sebelumnya polisi telah memeriksa kekasih Yodi, yang sempat menyinggung soal orang ketiga, dan percakapan mereka sebelum Yodi ditemukan tewas.
ADVERTISEMENT
20 Juli 2020
Polisi sudah memeriksa 34 saksi dalam kasus ini, termasuk pemeriksaan ulang sejumlah orang. Olah TKP ulang juga telah dilakukan, untuk memeriksa kembali apakah ada barang bukti yang tertinggal di lokasi kejadian. Polisi juga sudah berkoordinasi dengan Labfor Polri untuk memeriksa ceceran darah di pisau, hingga rambut yang ditemukan di lokasi kejadian.
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat. Foto: Dok-Polres Jaksel
25 Juli 2020
Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Selatan, Polsek Pesanggrahan, Labfor Polri, dan dokter forensik RS Polri Kramat Jati, menggelar jumpa pers. Dari sejumlah fakta yang terungkap di lapangan serta hasil penyelidikan dan penyidikan selama lebih kurang 2 pekan, polisi berkesimpulan kalau kematian Yodi Prabowo diduga kuat akibat bunuh diri.
"Dari beberapa faktor dan penjelasan saksi dan ahli, olah TKP, dan bukti petunjuk yang lain, maka penyidik berkesimpulan diduga kuat korban melakukan bunuh diri. Namun kami akan tetap membuka diri apabila ada fakta lain dan sebagainya. Tapi dari olah TKP, saksi, ahli, bukti pendukung, dan lainnya, kami berkesimpulan diduga kuat korban melakukan bunuh diri," tutup Ade.
ADVERTISEMENT
***
Saksikan video menarik di bawah ini: