Jawaban KCI soal Sikap Satpam di Video Perempuan yang Jambak Penumpang KRL

23 Februari 2020 14:48 WIB
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gerbong Wanita KRL Foto: Intan Alfitry Novian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gerbong Wanita KRL Foto: Intan Alfitry Novian/kumparan
ADVERTISEMENT
Video yang memperlihatkan seorang ibu menjambak dan menampar perempuan di gerbong khusus wanita viral. Dalam video tersebut, warganet menilai sikap satpam KRL kurang tegas dalam melerai. Terkait hal itu, PT KCI akhirnya memberikan tanggapan.
ADVERTISEMENT
"PT KCI selaku operator penyedia sarana dan pelayanan KRL melalui petugas dan semua pegawai akan fokus dalam pelayanan yang berdasarkan 4 pilar yaitu: integritas, profesional, inovasi, dan keselamatan," tulis VP Coorporate Communication PT KCI, Anne Purba, melalui keterangan resminya, Minggu (23/2).
Lebih lanjut, kata Anne, dalam penyelesaian masalah-masalah tersebut, petugas KRL pasti akan melakukan follow up dan memastikan layanan kembali beroperasi secara aman bagi seluruh pengguna KRL.
Anne menegaskan, unggahan viral tersebut bisa berdampak bagi kondisi psikis untuk pengguna dan keluarga dari mereka yang terekam dalam video itu.
"Dan banyak berujung bullying dalam waktu yang lama," tambah Anne.
Untuk itu, Anne mengimbau penumpang agar saling menghormati dan menjaga kenyamanan sesama pengguna jasa commuterline.
ADVERTISEMENT
"Mari bekerja sama dalam mewujudkan layanan KRL yang aman dan nyaman untuk kita semua," tutup Anne.
Berikut pernyataan lengkap PT KCI yang disampaikan Anne:
ADVERTISEMENT
Video viral tersebut diunggah oleh akun Twitter @rinafarzia. Dalam cuitannya, Rina menyebut, video tersebut diambil di gerbong KRL khusus wanita jurusan Jakarta Kota-Bogor pada pukul 21.15 WIB, Sabtu (22/2).
Dalam video tersebut, ibu itu terlihat menarik dan meminta perempuan di depannya untuk berdiri. Ibu tersebut juga terlihat menjambak dan menampar si perempuan di depannya. Petugas keamanan terlihat melerai pertengkaran tersebut. Ibu tersebut juga terdengar berteriak 'saya ini orang tua'.