Eijkman: Vaksinasi Corona Tak Selesai 1 Tahun, Vaksin Merah Putih Diperlukan

3 Februari 2021 17:03 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. Foto: Youtube/@DPMPTSP DKI Jakarta
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Prof Amin Soebandrio. Foto: Youtube/@DPMPTSP DKI Jakarta
ADVERTISEMENT
Konsorsium Eijkman yang terdiri dari 6 lembaga dan perguruan tinggi saat ini tengah mengembangkan vaksin Merah Putih, sebagai upaya pemenuhan kebutuhan vaksin corona dalam negeri.
ADVERTISEMENT
Rencananya, vaksin Merah Putih akan mulai digunakan pada pertengahan 2022 setelah melalui serangkaian uji klinis dan pemberian izin darurat dari BPOM.
Namun, jika merujuk pada permintaan Presiden Jokowi yang meminta vaksinasi selesai dalam 1 tahun, maka vaksin Merah Putih akan melewati target tersebut.

Apa kata Lembaga Eijkman?

Petugas menyuntikkan vaksin COVID-19 produksi Sinovac saat pelaksanaan vaksinasi massal di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (31/1/2021). Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
Kepala Lembaga Eijkman, Prof Amin Soebandrio, mengungkapkan program vaksinasi di Indonesia tidak akan selesai dalam waktu satu tahun. Meski, Jokowi menargetkan vaksinasi terhadap 181 juta penduduk dapat rampung dalam waktu setahun.
"Program vaksinasi COVID-19 tidak akan selesai dalam 1 tahun dan kita mungkin masih membutuhkan suntikan ketiga, atau booster. Dan diharapkan bahwa vaksin Merah Putih akan ambil peran setelah pertengahan tahun 2022," jelas Amin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Rabu (3/2).
ADVERTISEMENT
"Diharapkan saat itu setidaknya kebutuhan vaksin COVID-19 Indonesia bisa dipenuhi oleh vaksin Merah Putih," lanjutnya.
Amin menjelaskan, Eijkman sebagai salah satu yang mengembangkan vaksin Merah Putih mengungkapkan bibit vaksin Merah Putih batch pertama akan diserahkan ke Bio Farma akhir Maret 2021. Platform yang digunakan Eijkman adalah protein rekombinan.
"Diharapkan uji klinik fase I setidaknya sudah bisa dimulai akhir tahun ini. Tapi targetnya memang mohon maaf, kami masih membutuhkan 1 tahun dari sekarang untuk menyelesaikan semua uji kliniknya. Sehingga diharapkan setidaknya emergency use authorization bisa diperoleh di kuartal I atau II tahun 2022," tutup Amin.
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Sebelumnya, Menristek BRIN Bambang Brodjonegoro memastikan vaksin Merah Putih tetap akan ikut andil dalam pemberian vaksinasi meski pengadaannya terlambat. Ia berharap kehadiran vaksin Merah Putih dapat melanjutkan kekebalan kelompok (herd immunity) dari proses vaksinasi yang sudah berlangsung saat ini.
ADVERTISEMENT
"Diharapkan vaksin Merah Putih bisa menjaga sustainability atau menjaga herd immunity dengan vaksinasi tahap awal. Mengingat kemungkinan daya tahan tubuh dari vaksin COVID-19 dari perusahaan belahan dunia, kemungkinan tidak bertahan selamanya," ucap Bambang dalam rapat koordinasi Kemenristek/BRIN secara virtual, Kamis (28/1).
"Sehingga dimungkinkan ada vaksinasi ulang atau boost ring, yang mungkin dilakukan tahun depan atau dua tahun lagi. Di tahapan booster, disitulah vaksin Merah Putih bisa pegang kembali," lanjut dia.