Donald Trump Dipanggil DPR AS soal Kerusuhan Capitol

22 Oktober 2022 2:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mantan Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat umum menjelang pemilihan paruh waktu, di Mesa, Arizona, AS, Minggu (9/10/2022). Foto: Brian Snyder/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Mantan Presiden AS Donald Trump berbicara dalam rapat umum menjelang pemilihan paruh waktu, di Mesa, Arizona, AS, Minggu (9/10/2022). Foto: Brian Snyder/REUTERS
ADVERTISEMENT
Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald Trump dipanggil Komite Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS pada 4 November mendatang.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari Reuters, surat pemanggilan tersebut terkait status Trump sebagai saksi di pengadilan terkait perannya dalam kerusuhan Gedung Capitol pada Januari 2021 lalu.
Selain menuntut kehadirannya di pengadilan, mewajibkan Trump menyerahkan sejumlah dokumen kepada komite DPR tersebut sebelum 4 November.
DPR Amerika Serikat atau Capitol Hills. Foto: Sebastian Portillo/Shutterstock
"Seperti yang ditunjukkan dalam audiensi kami, kami telah mengumpulkan banyak bukti, termasuk dari lusinan mantan pejabat dan staf Anda bahwa Anda secara pribadi mengatur dan mengawasi berbagai upaya untuk membatalkan hasil pemilu 2020 dan menghalangi transisi kekuasaan," demikian bunyi surat untuk Trump.
Pemanggilan Trump juga mendapat dukungan dari 7 anggota DPR Partai Demokrat dan 2 anggota Partai Republik ke persidangan. Surat panggilan tersebut berpotensi mengakibatkan Trump dituntut pidana jika tidak mematuhinya.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, eks Presiden Amerika Serikat Donald Trump marah merespons pidato Presiden Joe Biden pada peringatan satu tahun kerusuhan di Gedung Kongres AS Capitol, 6 Januari 2021 silam.
Biden, dalam pidatonya, sama sekali tidak menyebut nama Trump. Ia merujuk Trump dengan sebutan “eks presiden.”
Biden mengatakan, Trump menyebarkan jaring kebohongan soal Pilpres 2020 dan mengancam demokrasi Negeri Paman Sam.
“Seorang eks Presiden Amerika Serikat telah menciptakan dan menyebarkan jaring-jaring kebohongan soal Pemilu 2020. Ia melakukannya karena ia lebih menghargai kuasa ketimbang prinsip. Ia tidak bisa menerima bahwa ia kalah,” ungkap Biden pada Kamis (6/1/2022).
Kerusuhan ini ditandai dengan aksi besar-besaran di Gedung Kongres AS, Capitol, di Washington DC. Ribuan pendukung Trump menyerbu gedung tersebut saat Parlemen tengah membahas pengesahan Joe Biden sebagai pemenang Pilpres.
ADVERTISEMENT
Kerusuhan ini menyebabkan empat orang tewas dan 140 petugas keamanan luka-luka. Hingga saat ini, sebanyak 725 orang yang terlibat dalam kerusuhan telah diamankan.