China Geram Eks Intel Israel Tuding Corona Senjata Biologi yang Bocor

26 Januari 2020 15:54 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasana jalalanan di Wuhan, Hubei, China. Foto: AFP/Hector RETAMAL
zoom-in-whitePerbesar
Suasana jalalanan di Wuhan, Hubei, China. Foto: AFP/Hector RETAMAL
ADVERTISEMENT
Kedutaan Besar (Kedubes) China untuk Indonesia geram dengan pernyataan eks intelijen Israel, Dany Shoham, yang menuding virus corona terkait perang biologi (bio-walfare).
ADVERTISEMENT
Kepada Washington Times, Shoham menuding virus corona berasal dari kebocoran salah satu laboratorium Institut Virologi di Wuhan, yang berkaitan dengan senjata bilogi.
"Penulis laporan dan yang disebut mantan pakar intelijen itu tidak menunjukkan fakta dan ketidakpedulian terhadap bencana ini, hanya berargumen dengan prasangkanya. Sayang sekali," ujar Kepala Humas Kedutaan Besar China untuk Indonesia, Huang Hui, saat dihubungi kumparan, Minggu (26/1).
Hui mengklaim China telah memberikan penanganan terbaik bagi para penderita virus mematikan ini. Hui percaya China bisa mengatasi wabah tersebut.
"Saya pribadi merasa sangat marah dengan laporan Washington Times. Orang-orang China menderita Coronavirus, pemerintah Cina [telah] melakukan yang terbaik untuk melawan [virus], dengan dukungan banyak negara sahabat internasional," tutur Hui.
ADVERTISEMENT
Shom sebelumnya meyakini Wuhan memiliki dua laboratorium yang terhubung dengan program bio-warfare. Dua laboratorium di institut itu dituding terkait dengan program senjata biologi rahasia Beijing.
“Pada prinsipnya, infiltrasi virus keluar mungkin terjadi, baik sebagai kebocoran atau sebagai infeksi tanpa disadari dalam ruangan, dari seseorang yang biasanya keluar dari fasilitas yang bersangkutan," kata Shom kepada The Washington Times.
"Laboratorium tertentu di institut [Virologi Wuhan] ini mungkin telah terlibat, dalam hal penelitian dan pengembangan, dalam [senjata biologis] China, setidaknya secara kolateral (terhubung), namun bukan sebagai fasilitas utama Bio-warfare China," sambungnya.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Gao Fu, mengatakan, virus corona disinyalir berasal dari hewan liar yang dijual ilegal di Pasar Seafood Huanan, Wuhan.
Aktivitas di rumah sakit di Wuhan, Hubei, China. Foto: Layanan Berita China / Via REUTERS.
Fu menuturkan, pada awalnya, virus itu menyebar dari hewan ke manusia. Namun, virus telah bermutasi dan menjadi adaptif terhadap inangnya.
ADVERTISEMENT
"Penularan dari manusia ke manusia telah terjadi, dan telah mengalami 'community transmission'. Artinya, telah melalui tiga tahap," kata Fu.
"Kami masih mempelajari lebih lanjut tentang virus ini. Tampaknya ada beberapa karakteristik corona virus yang umum, tetapi juga menunjukkan ciri-ciri khusus," imbuhnya.
Total 56 orang di China meninggal dunia akibat virus ini. Lebih dari 18 kota di China diisolasi dan hampir dua ribu orang dari berbagai negara terjangkit.
Cegah Virus Corona. Foto: Masayu Antarnusa/kumparan