Bima Arya Usul KRL Disetop Agar PSBB Efektif: Tumpukan Massa Ekstrem di Stasiun

15 April 2020 16:23 WIB
Wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat kunjungi kantor Kemenkopolhukam. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat kunjungi kantor Kemenkopolhukam. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
ADVERTISEMENT
Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan untuk membuat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di lima daerah Bodebek efektif, maka operasional Kereta Rel Listrik (KRL) harus disetop operasionalnya. 
ADVERTISEMENT
Setidaknya selama 14 hari ke depan saat PSBB di Kota Bogor. Menurut Bima Arya, KRL itu harus disetop untuk meminimalisir penumpukan massa.
"Saat ini, memang penumpukan massa yang masih ekstrem ada di stasiun kereta. kita sudah komunikasi dengan PT KAI." ujar Bima Arya saat interview eksklusif dengan kumparan, Rabu (15/4).
"Tapi pertanyaannya sekarang adalah. bukan hanya yang mau mudik, tapi yang masih mau bekerja juga membutuhkan. Kita sekarang sedang hitung dulu, jangan-jangan masih ada tenaga medis yang membutuhkan angkutan itu (KRL) untuk berangkat kerja," lanjut Bima Arya.
Lebih lanjut Bima Arya juga akan berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan mencari jalan keluar bagaimana cara mengurangi mobilitas orang dengan KRL jika tak disetop operasionalnya.
ADVERTISEMENT
"Prinsipnya akan ke sana, dan memang harus koordinasi juga dengan Jakarta, artinya kalau yang lain tak ditutup, ya susah juga," ujar Bima Arya.
--------- kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!