Barak Militer Armenia di Dekat Perbatasan Azerbaijan Terbakar, 15 Orang Tewas

20 Januari 2023 3:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kebakaran. Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebakaran. Foto: ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
ADVERTISEMENT
Kebakaran menewaskan 15 prajurit dan melukai tiga lainnya di sebuah barak militer Armenia di Desa Azat, wilayah Gegharkunik, di dekat perbatasan Azerbaijan pada Kamis (19/1). Api mulai menyebar sekitar pukul 01.30 pagi waktu setempat.
ADVERTISEMENT
"Kebakaran terjadi di barak seorang insinyur dan kompi penembak jitu. Akibatnya, lima belas prajurit tewas. Tiga prajurit lainnya kondisinya serius," bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Armenia, dikutip dari AFP, (20/1).
Petugas penyelamat dan sukarelawan membersihkan puing-puing saat mereka beroperasi di lokasi pasar ritel di Yerevan, Armenia, Minggu (14/8/2022). Foto: Karen Minasyan/AFP
Menhan Armenia, Suren Papikyan, menyebut insiden terjadi akibat pelanggaran aturan keselamatan kebakaran melibatkan zat terlarang.
"Kita berbicara tentang bensin," kata Papikyan dalam rapat kabinet.
Atas insiden tersebut, Papikyan memecat seorang komandan korps tentara dan beberapa perwira senior. Penyelidik turut melakukan investigasi kriminal terhadap pelanggaran standar keselamatan.
Peristiwa serupa pernah terjadi pula di sebuah pasar di Ibu Kota Yerevan pada Agustus 2022. Belasan orang tewas dalam ledakan dan kebakaran itu. Negara berpenduduk sekitar tiga juta orang ini masih belum pulih dari perang dengan Azerbaijan pada 2020.
Pasukan Azerbaijan melintasi perbatasan Armenia-Azerbaijan dan mendekati posisi Armenia, pada Selasa (13/9/2022). Foto: Kementerian Pertahanan Armenia via AP
Konflik tersebut berakhir dengan kekalahan telak dan memicu krisis politik di Armenia. Walau pertempuran besar-besaran telah berakhir, ketegangan tetap menyelimuti perbatasan antara kedua negara.
ADVERTISEMENT
Kedua belah pihak sering kali saling menuduh satu sama lain atas pelanggaran gencatan senjata rapuh yang dibuat untuk mengakhiri pertempuran di bawah mediasi Rusia.
Kemhan Armenia mengabarkan, salah satu prajuritnya mendapati luka serius akibat tembakan dari Azerbaijan pada Kamis (19/1). Azerbaijan membantah tentaranya melepaskan tembakan.