4 Pengusaha Masuk Kabinet, Jokowi Dianggap Akan Fokus Pemulihan Ekonomi

27 Desember 2020 16:49 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. Foto: Agus Suparto/Setpres/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno. Foto: Agus Suparto/Setpres/Antara Foto
ADVERTISEMENT
Reshuffle 6 menteri baru pada pekan ini menuai perhatian publik. Latar belakang sejumlah menteri pun dinilai memiliki maksud tertentu Presiden Jokowi.
ADVERTISEMENT
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia, Djayadi Hanan, menyebut 4 dari 6 menteri baru memiliki latar belakang pengusaha, sehingga Jokowi dianggap akan lebih fokus pemulihan ekonomi.
"Dari enam itu yang saya lihat adalah empat di antaranya berlatar belakang ekonomi atau bisnis, yaitu Budi Sadikin, kemudian Sandi Uno, Wahyu Sakti Trenggono, dan Lutfi. Ini menyiratkan pesan bahwa memang presiden betul-betul memberikan pesan baik kepada kabinet maupun kepada publik bahwa ke depan itu adalah fokus di bidang pemulihan ekonomi," kata Djayadi dalam diskusi daring bertajuk 'Crazy Rich Masuk Kabinet; Membaca Politik Plutokrasi Era Jokowi," Minggu (27/12).
"Bahkan menteri kesehatan pun diberikan kepada orang ekonomi atau bankir," tambah dia.
Infografik Harta Kekayaan 6 Menteri Baru Jokowi. Foto: kumparan
Menurut Djayadi, Menkes diberikan ke seorang pengusaha berarti menangani pandemi memerlukan peran yang sangat kuat, khususnya tugas-tugas terkait keberhasilan vaksinasi.
ADVERTISEMENT
"Karena tanpa kepemimpinan dan manajerial skill yang kuat dari Kementerian Kesehatan, vaksinasi itu yang harusnya yang dipimpin oleh Kementerian Kesehatan itu akan sulit berlangsung. Maka, dipilihlah orang seperti Budi sadikin yang dianggap memiliki kemampuan manajerial dan leadership skill yang memadai," papar dia.
Sehingga, lanjut Djayadi, seorang Menkes bukan hanya mampu mengambil peran memimpin untuk untuk penanganan pandemi, tapi juga bisa melakukan fungsi koordinasi dan integrasi.
"Terutama bidang-bidang ekonomi yang menjadi fokus utama dari pemerintahan ke depan," urai dia.
Selanjutnya, Djayadi berpendapat, dengan reshuffle terbaru ini, Presiden menganggap bahwa stabilitas dukungan politik sangat penting.