32 Santri Ponpes di Bogor Positif COVID-19, Diduga Terpapar dari Kampung Halaman

5 Juni 2021 21:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan arahan penanganan COVID-19 usai 32 santri ponpes positif corona.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wali Kota Bogor Bima Arya memberikan arahan penanganan COVID-19 usai 32 santri ponpes positif corona. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Sebanyak 32 santri di salah satu pondok pesantren (Ponpes) di kawasan Harjasari, Bogor Selatan, positif COVID-19. Wali Kota Bima Arya langsung mendatangi ponpes itu untuk melakukan pencegahan penanggulangan corona.
ADVERTISEMENT
“Saya mendapat laporan bahwa ada satu pondok pesantren di daerah Bogor Selatan yang akan menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Karena jumlah santrinya banyak ada 398 orang dan pengurus 55 orang maka diputuskan untuk dilakukan swab antigen di sana. Kemudian dari swab antigen pada 3-4 Juni itu ada 32 santri yang hasil antigennya positif,” ungkap Bima Arya dalam keterangannya, Sabtu (5/6).
“Dari 32 santri tersebut kita sudah bawa ke pusat isolasi kami di BPKP Ciawi sebanyak 24 santri kemudian 8 lagi diisolasi mandiri di rumah masing-masing. Ada dugaan bahwa mereka terpapar saat pulang kembali dari kampung halamannya. Ada yang dari luar Jawa, ada dari dalam Pulau Jawa juga,” ujar dia.
Bima Arya yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bogor memberikan arahan kepada aparatur wilayah, dinas terkait dan pengurus ponpes di posko sementara yang letaknya tidak jauh dari lokasi. Kemudian Bima menyusun langkah-langkah penanggulangan agar virus tersebut tidak menyebar ke lebih banyak santri.
ADVERTISEMENT
“Tadi pagi saya langsung kunjungi lokasi di sana kemudian menyusun langkah-langkah. Pertama adalah menutup total tidak boleh ada aktivitas keluar masuk dari dan menuju pesantren. Kedua, besok 421 santri dan pengurus akan kita lakukan swab PCR, meskipun sebelumnya antigen mereka negatif,” ujar Bima.
Ketiga, lanjutnya, meminta agar pengurus ponpes berkoordinasi dengan Satgas untuk memastikan protokol kesehatan.
“Walaupun antigennya negatif, tetapi tetap prokes. Tidak lepas masker, tidur jaga jarak dan dibatasi aktivitas. Ponpes juga sepakat untuk tidak menerima kunjungan dari keluarga atau orang tua santri,” katanya.
Bima juga memerintahkan Perumda Pasar Pakuan Jaya untuk membantu memenuhi kebutuhan logistik dengan menyuplai logistik.
“Jadi jangan sampai yang dari dalam belanja keluar atau belanja sendiri ke pasar karena mereka sedang isolasi. Di sana juga dibentuk posko gabungan antara ASN, TNI Polri,” ujar Bima.
ADVERTISEMENT
Tim kesehatan juga disiagakan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memonitor perkembangan kondisi santri.
“Tadi saya cek di sana sudah ada surveilans-nya yang setiap hari memonitor kondisi santri. Kebutuhan vitamin dan obat-obatan lainnya juga didistribusikan langsung,” ujar dia.