13 Ribu Rumah di Kabupaten Bandung Masih Terendam Banjir

28 Januari 2020 10:26 WIB
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Petugas menyelamatkan warga di Kabupaten Bandung yang terjebak banjir. Foto: Dok. BNPB
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menyelamatkan warga di Kabupaten Bandung yang terjebak banjir. Foto: Dok. BNPB
ADVERTISEMENT
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Bandung masih terendam banjir sejak Kamis (23/1). Hingga Selasa (28/1) pukul 05.00 WIB, ketinggian air rata-rata masih setinggi 10-200 cm.
ADVERTISEMENT
Enam kecamatan yang masih terendam yakni Kecamatan Baleendah, Kecamatan Dayeuhkolot, Kecamatan Bojongsoang, Kecamatan Rancaekek, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Ciparay.
"Sebanyak 18.046 kepala keluarga (KK) atau 59.917 jiwa terdampak banjir, dengan ketinggian muka air rata-rata 10-200 centimeter dan memaksa 1.454 KK/3.882 jiwa mengungsi," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Agus Wibowo, Selasa (28/1).
Warga berjalan membawa perabotan melewati genangan di kawasan Andir, Kabupaten Bandung. Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Petugas juga telah membangun pengungsian di beberapa lokasi, mulai dari Aula Desa Dayeuhkolot, beberapa masjid dan shelter.
Sementara itu, jumlah rumah yang terendam banjir juga bertambah. Dari sebelumnya sekitar 10 ribuan, kini rumah yang terendam mencapai 13.881. Lalu banjir juga melanda 23 sekolah, 79 tempat ibadah, 18 fasilitas umum, dan 278 hektare sawah.
Warga melintas di genangan banjir di Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (26/1/2020). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
ADVERTISEMENT
"Selain itu, akses Jalan Andir menuju Ketapang masih terendam dan tidak bisa dilalui kendaraan," ucap Agus.
Tim BPBD Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Bandung dan tim gabungan TNI-Polri masih memantau ketinggian muka air. Korban banjir juga dipastikan telah mendapatkan bantuan logistik, seperti sembako dan barang-barang kebutuhan lainnya.