Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Keguguran dan Dikuret

22 Juli 2020 10:01 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi wanita alami keguguran dan dikuret. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi wanita alami keguguran dan dikuret. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Keguguran alias miscarriage atau spontaneous abortion adalah gagalnya kehamilan secara spontan sebelum usia kandungan berusia 20 minggu, atau sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Menurut American Pregnancy Association (APA), keguguran menjadi masalah yang kerap dialami 10-25 persen ibu hamil yang kandungannya bermasalah.
ADVERTISEMENT
Bila mengalami keguguran, biasanya dokter akan melakukan tindakan dilatation and curettage atau biasa disebut dengan kuret. Tindakan kuret sendiri berguna untuk membersihkan atau mengeluarkan jaringan dari dalam rongga rahim yang tersisa setelah keguguran, Moms.
Ilustrasi wanita usai melakukan tindakan kuret. Foto: Thinkstock

Mengenal tindakan kuret yang dilakukan usai keguguran

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Gita Pratama, SpOG, menjelaskan bahwa trimester pertama kehamilan menjadi usia rawan seorang wanita mengalami keguguran. Sehingga, kuret pun dapat menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan sisa konsepsi setelah keguguran yang umumnya dilakukan pada usia kehamilan di bawah 12 minggu.
"Namun ada kalanya (kuret) dikerjakan sampai usia kehamilan 16 minggu," kata dr. Gita saat dihubungi kumparanMOM beberapa waktu lalu.
Ilustrasi keguguran. Foto: Shutter Stock
Saat kuret akan berlangsung, pasien disarankan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium dan puasa selama 6-8 jam. Setelah itu, barulah dilakukan bius (anestesi) dan tindakan kuret pun dapat dilakukan secara perlahan dan bertahap.
ADVERTISEMENT
Dokter yang praktik di Klinik Yasmin RSCM Kencana dan RS Pondok Indah Jakarta Selatan ini kembali menjelaskan bahwa setelah tindakan selesai dilakukan, pasien harus diobservasi sekitar 1-2 jam lalu ia bisa istirahat di ruang pemulihan atau pulang --tergantung instruksi dari dokter.
Menambahkan dr. Gita, dr. Boy Abidin, SpOG mengatakan bahwa setelah tindakan kuret selesai, biasanya wanita akan merasakan beberapa hal seperti kram perut dan keluarnya sisa-sisa flek selama 3-7 hari. Dokter pun akan memberikan obat untuk menghilangkan atau mengatasi nyeri tersebut.
Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock

Yang tidak boleh dilakukan setelah dikuret

Selain itu, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan pasien selama masa pemulihan. Berikut ini penjelasan yang diberikan dr. Gita Pratama, SpOG.
ADVERTISEMENT
- Pasien disarankan untuk tidak berhubungan seks sampai pendarahan berhenti total. Namun, jika pendarahan sudah berhenti, pasien pun disarankan untuk menggunakan alat kontrasepsi selama 2-3 bulan pasca kuret. Hal ini dilakukan untuk menunda kehamilan, hingga kondisi Anda benar-benar pulih, baik secara fisik atau psikologis.
-Pasien tidak boleh memasukkan apa pun ke dalam ke dalam vagina hingga beberapa minggu ke depan.
-Pasien tidak boleh mandi selama 3 hari atau bahkan lebih.
-Pasien dilarang mengangkat beban berat selama beberapa hari.