Cara Seru Ajari Anak Cegah Kekerasan Seksual Lewat Board Game

7 Agustus 2022 16:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Perilisan Board Game Aku Anak Berani dalam Mencegah Kekerasan Seksual.  Foto: Watiek Ideo
zoom-in-whitePerbesar
Perilisan Board Game Aku Anak Berani dalam Mencegah Kekerasan Seksual. Foto: Watiek Ideo
ADVERTISEMENT
Banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak akhir-akhir ini membuat banyak orang tua khawatir. Mirisnya, kasus kekerasan seksual pun bisa terjadi di lembaga pendidikan seperti sekolah dan pesantren. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPPA) mengungkapkan sepanjang 2021 tercatat 11.952 kasus kekerasan anak yang dilaporkan.
ADVERTISEMENT
Sebenarnya, ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mencegah anak menjadi korban kekerasan seksual. Ya Moms, penulis buku anak, Watiek Ideo, mencoba untuk membuat suatu permainan yang bisa mengajarkan anak lebih peduli pada tubuhnya sendiri agar si kecil terhindar dari kekerasan seksual.
Perilisan Board Game Aku Anak Berani dalam Mencegah Kekerasan Seksual. Foto: Watiek Ideo
"Adanya kebutuhan media yang ramah anak, membuat saya berkeinginan mengembangkannya ke dalam permainan. Saya pun mengajak dua orang board game designer yakni Mas Adhicipta R. Wirawan dan Christian Hendrawardhana untuk berkolaborasi bersama dalam merancang permainan yang mengusung tema perlindungan diri," kata Watiek dalam keterangannya kepada kumparanMOM.
Nah Moms, board game ini telah dirilis bertepatan dengan momen Hari Anak Nasional di Surabaya dalam acara bertajuk 'Pesta Anak Suroboyo Berani'. Dalam acara tersebut, sebanyak 124 orang perwakilan Taman Bacaan Masyarakat dari 31 kecamatan di Kota Surabaya mengikuti lomba board games 'Aku Anak Berani, Lindungi Tubuhku' ini, lho!
ADVERTISEMENT

Seperti Apa Bentuk Board Game 'Aku Anak Berani, Lindungi Tubuhku'?

Perilisan Board Game Aku Anak Berani dalam Mencegah Kekerasan Seksual. Foto: Watiek Ideo
Watiek menjelaskan, permainan board game ini memiliki dua tokoh anak laki-laki dan perempuan bernama Tote dan Lala. Ternyata, dua karakter ini berasal dari 'TOTELALA', yang merupakan kata Tolak, Teriak, Lari, Lapor. Ya, empat kata ini bisa diingat oleh anak-anak saat mereka dalam kondisi bahaya, termasuk kekerasan seksual.
Cara memainkannya pun juga mudah. Anak-anak perlu diminta adu kecepatan dalam mengambil kartu bagian tubuh yang harus dilindungi. Siapa yang tercepat dan jawabannya benar, berhak mendapatkan satu poin. Pemain yang mendapat poin terbanyak adalah pemenangnya.
Perilisan Board Game Aku Anak Berani dalam Mencegah Kekerasan Seksual. Foto: Watiek Ideo
"Beberapa manfaat lainnya saat anak-anak memainkan Board Game Aku Anak Berani, Lindungi Tubuhku yakni menjadi media pembuka untuk berkomunikasi tentang pendidikan seksualitas dan perlindungan diri, melatih refleks dan motorik anak, serta menjadi pengisi waktu berkualitas bagi orang tua dan anak," tutur Watiek.
ADVERTISEMENT
"Kami sangat berharap, Board Game Aku Anak Berani, Lindungi Tubuhku ini dapat mendukung Perpres No.101 Tahun 2022 tentang Strategi Nasional Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak yang baru saja dirilis oleh Presiden RI," tutup dia.