Cara Mengetahui Sehat Tidaknya Bayi di Dalam Kandungan

9 Juni 2019 10:32 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi menendang perut ibu hamil Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi menendang perut ibu hamil Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Hampir semua ibu hamil rela mengubah gaya hidupnya demi memastikan bayi di dalam kandungan senantiasa sehat. Mulai dari tidur lebih awal, lebih banyak makan sayur dan buah, hingga mengurangi aktivitas fisik yang berat. Semua dilakukan demi si buah hati.
ADVERTISEMENT
Namun sesekali, Anda tentu pernah bertanya-tanya benarkah si kecil di dalam perut sudah baik-baik saja? Apakah ia cukup makan, punya cukup ruang untuk berkembang, dan tumbuh dengan sehat? Sayangnya kita tidak bisa bertanya langsung ya, Moms.
Dengan cara berikut, guna mengetahui apakah bayi di dalam kandungan sehat, Moms:
Rutin Periksa Kehamilan
Ilustrasi ibu hamil memeriksakan kandungannya ke dokter Foto: Shutterstock
Periksa kehamilan secara rutin penting dilakukan untuk memastikan ibu hamil dan janinnya dalam kondisi sehat, Moms. Ibu hamil dianjurkan memeriksa kandungan secara berkala selama masa kehamilannya.
Pemeriksaan itu dilakukan setiap trimester dan menjelang waktu persalinan. WHO menganjurkan setidaknya 8 kali dimulai dari usia kehamilan 12 minggu.
Anda akan menjalani tes darah dan USG untuk mengetahui apakah ada risiko mengandung bayi dengan down syndrome, kelainan genetik lain, risiko cacat lahir, dan mengecek apakah Anda hamil bayi kembar.
ADVERTISEMENT
Dokter juga akan melakukan tes darah dan urin pada Anda untuk mengetahui bila Anda memiliki penyakit HIV, anemia, diabetes, hepatitis B, dan preeklampsia. Penyakit-penyakit tersebut dianggap berbahaya karena dapat membuat kandungan berisiko.
Selain tes-tes tersebut, dokter atau bidan juga akan melakukan serangkaian pemeriksaan lain untuk mengetahui Anda dan janin baik-baik saja. Jadi Moms, sebaiknya jangan lewatkan jadwal periksa kandungan ya!
Peka terhadap Perkembangan Janin
Ilustrasi hamil. Foto: Shutterstock
Saat ada yang tidak beres dengan bayi di dalam kandungan, biasanya calon ibulah yang paling pertama tahu. Oleh karena itu Anda harus peka terhadap perkembangan dan gerakan si kecil.
Janin yang sehat akan mulai menendang pada usia 5 bulan kehamilan. Semakin lama usia kandungan, tendangannya akan semakin kuat dan intens. Sebaliknya, jika Anda merasa tendangan janin melemah hingga menghilang lebih dari satu hari, Anda patut waspada, Moms.
ADVERTISEMENT
Pada usia kandungan 7 bulan, bayi sudah bisa bereaksi terhadap rangsangan cahaya, suara, dan rasa nyeri. Ibu hamil juga bisa mendengar detak jantung janin lewat doppler mulai usia kehamilan 10 minggu. Alat ini dijual bebas sehingga Anda bisa mengecek detak jantung bayi sesuka Anda.
Untuk memastikan bayi di dalam kandungan sehat, Anda juga harus memeriksa pertumbuhannya. Secara umum, panjang tubuh bertambah 2 inchi setiap bulan. Pada usia 7 bulan panjangnya sekitar 14 inchi. Artinya berat badan Anda seharusnya bertambah seiring waktu karena pertumbuhan bayi.
Jadi Moms, pastikan fase perkembangan janin sesuai dengan usia kehamilan Anda untuk mengetahui apakah bayi di kandungan sehat atau tidak.