Sebelum Meninggal, Sapardi Djoko Damono Sempat Menderita Infeksi Paru-paru

19 Juli 2020 18:22 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Sapardi Djoko Damono. Foto: Instagram/@damonosapardi
zoom-in-whitePerbesar
Sapardi Djoko Damono. Foto: Instagram/@damonosapardi
ADVERTISEMENT
Sapardi Djoko Damono meninggal dunia pada Minggu (19/7). Sastrawan yang menulis puisi Hujan Bulan Juni ini mengembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun.
ADVERTISEMENT
Sebelum meninggal, Sapardi sempat menjalani perawatan di RS Eka Hospital, BSD, Tangerang Selatan. Sapardi diketahui menderita penyakit komplikasi.
“Menderita penyakit apa sulit diucap, ada banyak jaringan beberapa kemarin terakhir itu karena ada infeksi paru-paru. Ada seperti cairan banyak,” kata putri Sapardi, Bawuk, di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Bogor, Minggu (19/7).
Sapardi Djoko Damono Foto: Resnu Andika/kumparan
Bawuk mengatakan, sebenarnya sudah ada upaya agar Sapardi Djoko Damono bisa kembali pulih. Namun, takdir berkata lain.
“Kemarin mau (memulihkan) memperbaiki itu, tetapi ya sudah, mungkin berat juga di badannya,” tutur Bawuk.
Pemakaman jenazah Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono di Taman Pemakaman Giritama, Giri Tonjong, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Minggu (19/7). Foto: Dok. Istimewa
Bawuk menyatakan, Sapardi menjalani perawatan di rumah sakit sekitar seminggu lebih. Dia mengaku tidak bisa selalu menemani ayahnya.
“Yang nungguin di rumah sakit terbatas, kan sekarang. Situasi seperti ini, jadi cuma bolak-balik beberapa hari. Intinya sih, tadi malam maksa untuk (keluarga) nginap jadi tadi pagi (meninggal),” ucap Bawuk.
Anggota keluarga merapikan foto almarhum Sapardi Djoko Damono di rumah duka Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (19/7). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
Dalam kesempatan ini, Bawuk mengungkapkan mengenai sosok Sapardi Djoko Damono di mata dirinya.
ADVERTISEMENT
“Ya, beliau sosok ayah,” kata Bawuk singkat.
***
Saksikan video menarik di bawah ini.