Tips Memasak Pasta yang Lebih Sehat ala Chef Martin Praja, Wajib Catat!

2 November 2021 15:23 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Dims the Meat Guy, Chef Rinrin Marinka, dan Chef Martin Praja saat memberikan penilaian dari 20 menu pasta terpilih Foto: dok.San Remo Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Dims the Meat Guy, Chef Rinrin Marinka, dan Chef Martin Praja saat memberikan penilaian dari 20 menu pasta terpilih Foto: dok.San Remo Indonesia
ADVERTISEMENT
Kamu pasti sudah tidak asing dengan pasta, bukan? Ya, makanan khas Italia ini menjadi salah satu yang banyak digemari masyarakat Indonesia. Terlebih, proses memasaknya yang terbilang sederhana dan tidak memakan banyak waktu.
ADVERTISEMENT
Sejatinya, pasta merupakan makanan rumahan khas Italia. Penyajiannya yang tak ribet dengan bumbu aneka rasa, adalah kunci dari sajian pasta yang menggugah selera. Meski proses pembuatannya terbilang mudah, banyak juga orang yang masih saja salah dalam mengolah pasta. Sebab, semakin populernya makanan ini tak semua pasta yang ada di pasaran tergolong sehat.
Eits, tapi jangan khawatir, sebab celebrity chef Martin Praja punya beberapa tips memask pasta yang lebih sehat dan lezat. Baginya, pasta yang bagus terbuat dari gandum durum karena mengandung lebih banyak nutrisi di dalamnya.
"Pasta yang bagus itu menggunakan gandum durum, karena lebih banyak gizinya. Kalau mi biasa kan dari tepung terigu dan telur," ujar Chef Martin dikutip dari rilis San Remo yang kumparanFOOD terima pada Kamis (28/10).
Chef Rinrin Marinka dan Chef Martin Praja bersama 20 peserta masak pasta virtual Foto: dok.San Remo Indonesia
Chef Martin juga kerap menggunakan pasta jenis spaghetti sebagai alternatif pengganti mi. Nah, agar pasta yang dibuat lebih sehat, ia pun menyarankan untuk menggunakan virgin olive oil, karena memiliki kandungan lemak yang lebih rendah. "Pakai virgin olive oil, biar low fat. Terus, visual (tampilan penyajian) itu penting banget untuk menggugah selera makan," tambahnya.
ADVERTISEMENT
Soal tingkat kematangan pasta, ia tidak mengharuskan standar tertentu. Ia justru mengembalikannya pada selera masing-masing. "Tingkat kematangan pasta sebenarnya tergantung selera, tapi biasanya di tingkat al dente, yaitu setelah dimasak sekitar 10-12 menit," ungkapnya.
Berlanjut ke proses memasak, chef yang menimba ilmu memasak di Singapura itu terlebih dahulu menakar porsi pasta yang akan disajikan.
Hail masakan 20 peserta masak pasta bersama San Remo Indonesia Foto: dok.San Remo Indonesia
"Tips memasak pasta, untuk mengetahui ukuran satu porsinya itu luasnya sekitar jempol orang dewasa. Airnya harus mendidih banget, sambil menunggu tambahkan garam untuk mempercepat pendidihan suhu air dan menyerap ke dalam spaghetti," jelas Chef Martin.
Chef yang memiliki nama lengkap Martin Natadipraja tersebut juga menambahkan, bahwa volume air yang digunakan untuk merebus spaghetti sebaiknya 10 kali lipat lebih banyak dari jumlah yang akan dimasak agar tidak lengket.
ADVERTISEMENT
Soal merek spaghetti yang dimasak, chef Martin itu pun memilih spaghetti buatan San Remo dengan beberapa pertimbangan. "Pastanya San Remo itu rendah sekali kadar glikemiknya (gula), GMO-free (genetically modified organism), dan 100 persen terbuat dari gandum durum yang mengandung banyak protein dan vitamin, jadi lebih sehat," tutupnya.
Reporter: Destihara Suci Milenia