Embargo Transfer untuk Chelsea Adalah Berkat bagi Pulisic

5 September 2019 18:27 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Christian Pulisic dalam pertandingan Premier League 2019/20 menghadapi Leicester City. Foto: Reuters/Eddie Keogh
zoom-in-whitePerbesar
Christian Pulisic dalam pertandingan Premier League 2019/20 menghadapi Leicester City. Foto: Reuters/Eddie Keogh
ADVERTISEMENT
Embargo transfer yang dijatuhkan kepada Chelsea adalah berkat bagi Christian Pulisic, kata legenda NBA yang juga pemilik Real Mallorca, Steve Nash. Situasi ini, menurut Nash, menguntungkan Pulisic karena itu berarti dia tidak harus bersaing dengan rekrutan baru lainnya.
ADVERTISEMENT
Pulisic secara resmi menjadi pemain baru Chelsea pada Januari 2019 lalu tetapi menghabiskan paruh kedua musim 2018/19 sebagai pemain pinjaman di Borussia Dortmund. Karena embargo mulai efektif pada bursa transfer musim panas 2019, Pulisic pun tetap bisa bergabung dengan Chelsea.
Sejauh ini Pulisic selalu diturunkan oleh pelatih Frank Lampard dalam lima pertandingan resmi yang sudah dilalui Chelsea. Dari sana, penampilan Pulisic masih jauh dari kata sempurna. Pada laga kontra Leicester City, misalnya, pemain 20 tahun itu tidak mampu melepaskan satu tembakan pun.
Meski demikian, secara umum Pulisic sudah cukup menjanjikan. Dia sudah membukukan 2 assist, masing-masing di Piala Super Eropa dan Premier League. Lalu, menurut WhoScored, dalam satu pertandingan liga dia sanggup membukukan rata-rata 1 tembakan, 1 umpan kunci, serta 2 dribel sukses.
ADVERTISEMENT
Christian Pulisic (kiri) di ajang Piala Super Eropa 2019. Foto: AFP/Ozan Kose
Melihat itu, Nash pun yakin bahwa Pulisic yang dibeli senilai 64 juta euro itu bakal bisa membuktikan bahwa dia layak dihargai mahal.
"Kupikir dia sejauh ini sudah tampil sangat bagus untuk Chelsea. Kompetisi ini tidak berada di atas levelnya. Ini level yang pas untuknya. Dia berbakat, cepat, cerdas, dan serbabisa," kata Nash dalam podcast Bill Simmons.
"Di klub seperti Chelsea yang memang memiliki uang, dia beruntung karena mereka mendapat larangan transfer dua periode sehingga dia tak perlu bersaing dengan pemain baru lainnya."
"Klub-klub seperti ini akan selalu memburu pemain berkualitas. Oleh karena itu dia harus memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunci satu tempat di tim. Dia punya potensi untuk jadi pemain hebat. Syaratnya, dia harus piawai menyesuaikan diri," lanjut Nash.
ADVERTISEMENT
Steve Nash dalam NBA Media Day 2014. Foto: AFP/Frederic J. Brown
Di Chelsea sendiri, Pulisic sejauh ini selalu dimainkan sebagai penyerang sayap sebagaimana di Dortmund dulu. Kendati begitu, dalam hemat Nash, Pulisic bisa menjalankan peran sebagai pemain nomor sepuluh.
"Dia bisa saja jadi pemain nomor sepuluh di masa depan. Apalagi, pemain nomor sepuluh zaman sekarang tidak mesti bermain di belakang penyerang. Kebanyakan, mereka justru bermain di pinggir dan kemudian merangsek ke tengah," ucap mantan pemain Phoenix Suns dan Dallas Mavericks itu.
Saat ini Pulisic tengah bergabung dengan skuat Amerika Serikat yang punya dua agenda uji tanding. Sabtu (7/9/2019) mereka akan menghadapi Meksiko dan empat hari kemudian giliran Uruguay yang bakal ditantang.
Setelah itu Pulisic akan kembali bergabung dengan Chelsea untuk bertanding menghadapi Wolverhampton Wanderers (14/9) di Premier League dan Valencia (18/9) di Liga Champions.
ADVERTISEMENT