Eks Liverpool dan Mitra Kukar, Mohamed Sissoko, Resmi Gantung Sepatu

15 Januari 2020 3:41 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Mohamed Sissoko mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional. Foto: Instagram @momosissokoofficiel
zoom-in-whitePerbesar
Mohamed Sissoko mengumumkan pensiun dari sepak bola profesional. Foto: Instagram @momosissokoofficiel
ADVERTISEMENT
Kisah Mohamed Sissoko sebagai pesepakbola profesional resmi berakhir. Kepada televisi Prancis, RMC Sport 1, eks gelandang Liverpool dan Juventus yang juga sempat bermain untuk Mitra Kukar itu menyatakan gantung sepatu per Selasa (14/1/2020).
ADVERTISEMENT
"Sore ini, saya hadir di sini untuk memberitahu kalian semua bahwa ini adalah akhir dari karier saya. Saya memutuskan untuk berhenti (sebagai pesepakbola profesional)," tutur Sissoko, yang kini berusia 34 tahun.
"Ini pilihan yang sangat sulit karena saya sudah sangat lama aktif di sepakbola. Ini hidup saya," sambung sosok kelahiran Prancis itu.
Mohamed Sissoko sempat bermain untuk Mitra Kukar pada 2017 lalu. Foto: dok. Liga Indonesia
Sissoko memulai karier profesionalnya di Auxerre pada 2002 lalu. Sejak saat itu, lebih dari 10 klub di berbagai negara sudah dia perkuat. Valencia, Liverpool, Juventus, Paris Saint-Germain, Fiorentina adalah beberapa di antaranya.
Deretan klub ternama tersebut jadi bukti bahwa Sissoko merupakan salah satu gelandang yang cukup diperhitungkan di dunia. Maka ketika namanya diumumkan bakal bermain di Indonesia pada 2017 lalu, sepak bola tanah air dibikin gempar.
ADVERTISEMENT
Datangnya Sissoko sendiri berkaitan dengan kebijakan marquee player di Liga 1 2017. Tiap klub diizinkan merekrut pemain dengan spesifikasi khusus. Selain Sissoko, nama beken lain yang kala itu mendarat di Indonesia adalah Michael Essien.
Eks Chelsea tersebut bermain untuk Persib Bandung. Sementara, Sissoko memperkuat klub asal Kalimantan Timur, Mitra Kukar. Di musim itu dia bermain pada 26 pertandingan dan mampu mencetak lima gol untuk 'Naga Mekes'.
Sayangnya, kiprah Sissoko di Indonesia cuma bertahan semusim seiring dengan berakhirnya kebijakan marquee player. Dia kemudian sempat bermain untuk Atletico San Luis, Kitchee, dan terakhir di Sochaux.