Cara Unik Edgar Davids Melatih: Duduk di Mobil Rp 1,9 M & Ongkang-ongkang Kaki

16 November 2021 15:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Edgar Davids saat berkostum Juventus. Foto: AFP/PATRICK HERTZOG
zoom-in-whitePerbesar
Edgar Davids saat berkostum Juventus. Foto: AFP/PATRICK HERTZOG
ADVERTISEMENT
Edgar Davids adalah salah satu pemain ikonik di dunia sepak bola. Kacamata khas miliknya turut menjadi saksi legenda Belanda itu mendulang beragam trofi di level klub. Sayang, ia gagal meneruskan kesuksesannya saat menjadi pelatih.
ADVERTISEMENT
Setelah malang melintang di berbagai klub top Eropa, seperti Ajax, Juventus, Barcelona, dan Inter Milan, Davids sempat beberapa kali rehat sebelum akhirnya bergabung dengan klub kasta ke-4 Inggris, Barnet pada 2012.
Pada saat itu, ia mempunyai tugas lain sebagai asisten manajer. Ia membantu manajer Barnet saat itu, Mark Robson. Lantas, ia naik status sebagai manajer sekaligus pemain pada dua tahun setelahnya. Namun, ada tingkah unik yang dilakukannya saat mengemban jabatan itu.
Menurut laporan talkSPORT, Davids kerap menggunakan Bentley miliknya seharga 100 ribu poundsterling (setara Rp 1,9 miliar) untuk meluncur ke tempat latihan. Namun, hal unik terlihat ketika dirinya hanya nangkring di dalam mobil dan ongkang-ongkang kaki saat para pemainnya sibuk berlatih.
ADVERTISEMENT
“Dia akan duduk di belakang gawang dengan mesin pemanas menyala, kaki di atas dasbor sembari mengawasi kami selama sekitar 20 menit!" kata eks striker Barnet, Jake Hyde.
“Saya tidak bisa berkonsentrasi saat berpikir dia akan duduk di sini mengawasi saya, tapi dia malah duduk di Bentley! Dia bahkan tidak ikut dalam pelatihan," imbuhnya.
Tak sampai di sana, Davids juga dikatakan sesekali bermanuver dengan Bentley miliknya itu di saat para pemainnya sedang berlatih. Namun, dia tak jarang terkena apes saat melakukan aksi tersebut.
“Dia mungkin bukan pebalap terbaik, itulah yang bisa saya katakan. Kami mencoba berkonsentrasi pada latihan passing dan dia melakukan sekitar tiga [manuver] mundur dan terjebak di lumpur. Bahkan, tidak bisa kembali ke atas bukit!" terang Hyde.
ADVERTISEMENT
“Lalu dia melakukan putaran di sekitar lapangan dengan Bentley miliknya sembari menyaksikan kami berlatih. Kisah-kisah jenius seperti itu akan selalu hidup bersamaku selamanya,” tandasnya.
Edgar Davids (kiri) saat berkostum Juventus. Foto: AFP/GABRIEL BOUYS
Sampai pada akhirnya di Desember 2013, Davids diusir wasit dari lapangan saat Barnet kalah 1-2 melawan Salisbury City. Itu sekaligus menjadi kartu merah ketiganya pada musim itu.
Laga itu pun menjadi yang terakhir kalinya bagi Davids bermain untuk Barnet sebelum dia meninggalkan klub yang dilatihnya itu pada bulan berikutnya, Januari 2014.
Setelah itu, Davids sempat mengambil jabatan sebagai pelatih tim U-20 Belanda pada Maret 2018, tapi hanya bertahan sebulan saja. Kemudian ia hijrah ke klub kasta kedua di Belanda, SC Telstar, sebagai asisten manajer pada Agustus 2020 hingga Januari 2021.
ADVERTISEMENT
Terakhir, ia ditunjuk sebagai manajer tim kasta keempat di Portugal, SC Olhanense. Davids menduduki jabatan itu sejak Januari hingga Juli 2021.