Profil Blibli, Perusahaan Grup Djarum yang Bakal IPO Bulan Depan Rp 8,1 Triliun

17 Oktober 2022 9:35 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
11
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kusumo Martanto dalam Anniversary Blibli ke-11. Foto: Blibli
zoom-in-whitePerbesar
Kusumo Martanto dalam Anniversary Blibli ke-11. Foto: Blibli
ADVERTISEMENT
Perusahaan e-commerce Grup Djarum, Blibli, PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) akan melepas saham perdananya ke publik lewat Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
ADVERTISEMENT
Blibli sebanyak-banyaknya akan melepas 17.771.205.900 saham dan akan ditawarkan kepada masyarakat dengan rentang harga penawaran sebesar Rp 410 - Rp 460. Sehingga, perusahaan mengincar sebanyak-banyaknya sebesar Rp 8,17 triliun.
Berdasarkan prospektus perusahaan, Senin (17/10) perusahaan didirikan pada 2011 untuk mengoperasikan platform business to consumer (B2C) Blibli.com. Perseroan juga menyediakan pengalaman konsumen yang terintegrasi baik secara online dan offline.
Serta mengoperasikan toko fisik untuk mitra dengan merek terkemuka, termasuk Samsung, Vivo, dan Oppo. Tak ketinggalan supermarket barang kebutuhan sehari-hari yang dioperasikan oleh anak usaha, Ranch Market.
Di mana, pada 2017 mengakuisisi tiket.com untuk memperluas penawaran perseroan kepada pelanggan dengan pengalaman perjalanan dan gaya hidup yang unik. Kemudian pada 2021, Blibli juga mengakuisisi Ranch Market sebagai anak usaha untuk melayani kebutuhan sehari-hari konsumen.
ADVERTISEMENT

Bentuk Ekosistem Baru

Blibli Tiket Foto: Channel YouTube tiket.com
Blibli percaya diri hasil kolaborasi ini bisa membuat pelanggan menikmati lebih banyak pilihan. Terutama dengan adanya tambahan lini bisnis tiket milik Tiket.com dan supermarket milik Ranch Market.
Perusahaan mengatakan jika layanan ini akan membuat hidup konsumennya jadi lebih mudah dengan berbagai keuntungan lainnya. Layanan Blibli Tiket hadir agar segala kebutuhan masyarakat atas barang hingga pembelian tiket dapat terintegrasi dengan baik dalam layanan.
"Blibli Tiket merupakan campaign of a unified omnichannel ecosystem antara Blibli bersama entitas anak, Tiket.com - penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup terlengkap; dan Ranch Market - a leading high quality supermarket chain di Indonesia," kata VP Public Relations, Blibli Yolanda Nainggolan pekan lalu.
"Ekosistem omnichannel Blibli Tiket memberikan kemudahan dan nilai tambah bagi para pelanggan, serta menyediakan layanan yang lebih lengkap, bermanfaat dan terintegrasi dari tiap channel dan platform di dalam ekosistem," tambahnya.
ADVERTISEMENT

Kondisi Keuangan Blibli

Pembukaan toko fisik Blibli store yang berlokasi di central park, trans studio mall Cibubur dan Lippo mall Puri indah. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Blibli tercatat memiliki total aset Rp 16,86 triliun per 30 Juni 2022. Perusahaan juga memiliki total liabilitas Rp 8,7 triliun yang didominasi dengan utang perbankan jangka pendek.
Adapun ada semester I 2022, pendapatan bersih Blibli sebesar Rp 6,71 triliun atau melonjak 123,75 persen secara tahunan (year on year). Perolehan itu sejalan dengan total processing value (TPV) sebesar Rp 32,4 triliun pada 2021 dam Rp 10,06 triliun di kuartal I 2022.
Meski begitu, perusahaan masih membukukan rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induknya sebesar Rp 2,48 triliun di semester I 2022.

Pemegang Saham Blibli

Chief Executive Officer (CEO) GDP Venture Martin Hartono. Foto: Nurul Nur Azizah/kumpara
Tercatat sebelum IPO, pemegang saham perusahaan terdiri dari, PT Global Investama Andalan 98,46 persen, Kusumo Martanto 0,04 persen, Honky Harjo 0,03 perse, Lisa Widodo 0,002 persen, Hendry 0,002 persen, Andy Untono 0,001 persen, dan lain-lain 1,45 persen.
ADVERTISEMENT
Di mana, PT Global Investama Andalan merupakan perusahaan yang terafiliasi dengan Grup Djarum milik keluarga Hartono. Kini secara grup, Djarum telah berkembang menjadi salah satu kelompok usaha terbesar di Indonesia yang meliputi perbankan dan keuangan, produk konsumen dan telekomunikasi serta e-commerce, yang memiliki komitmen untuk melakukan kegiatan usaha dan investasi jangka panjang di Indonesia.
Berikut adalah susunan komisaris dan direksi Blibi:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama: Martin Basuki Hartono
Wakil Komisaris Utama: Honky Harjo
Komisaris Independen: Raden Pardede
Komisaris Independen: Kusmayanto Kadiman
Dewan Direksi
Direktur Utama: Kusumo Martanto
Direktur: Hendry
Direktur: Lisa Widodo
Direktur: Erick Alamsjah
Direktur: Andy Utomo