Luhut: Krisis Pangan Mengintai dari Jauh, Kita Tak Boleh Tinggal Diam

19 November 2020 18:39 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI
ADVERTISEMENT
Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mewanti-wanti potensi krisis pangan yang mengancam dunia. Menurutnya, bahaya krisis tersebut sampai saat ini tidak terasa di Indonesia karena pasokan masih ada.
ADVERTISEMENT
“Hari ini mungkin kita belum merasa resah karena bahan pangan masih tersedia. Namun, krisis pangan global sudah mengintai dari jauh. Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam,” kata Luhut saat acara Jakarta Food Security Summit 5 secara virtual, Kamis (19/11).
Luhut mengatakan, berbagai langkah atau terobosan harus disiapkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi di masa depan terkait pangan. Ia berharap Indonesia setelah krisis karena pandemi juga bisa terus menjaga ketahanan pangan.
Presiden Joko Widodo melihat beras yang sudah dikemas di Gudang Bulog Kelapa Gading. Foto: Dok. Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Luhut meminta semua pihak terkait membangun pusat riset untuk tanaman herbal, hortikultura, dan juga dalam bidang tanaman pangan lain.
Apa pun yang kita tanam nanti, itu betul-betul merupakan hasil studi yang dilakukan anak-anak bangsa sehingga kita bisa bangga melihat bahwa produk unggulan pangan kita atau yang diekspor ke luar itu hasil rekayasa dari anak-anak bangsa,” ujar Luhut.
ADVERTISEMENT
Untuk meningkatkan ekspor komoditas pangan, Luhut akan mendorong sinkronisasi kebijakan ekspor dan promosi terintegrasi di Kementerian atau Lembaga. Ia menegaskan langkah tersebut penting untuk memasarkan produk pangan Indonesia di luar negeri.
“Kemenlu, Kemendag perlu menyusun strategi dan langkah bersama guna meningkatkan dan mempromosikan sekaligus menepis isu-isu negatif terkait pangan Indonesia. Langkah-langkah dan program ini, bukan hanya berdampak bagi PEN melainkan pemanfaatan dan penguatan ketahanan pangan nasional yang akan datang,” tutur Luhut.