Luhut: Kawasan Industri Tanah Kuning di Kalimantan Utara Dibangun Oktober 2021

24 Agustus 2021 15:14 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kawasan industri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kawasan industri. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Kawasan industri Tanah Kuning, Kalimantan Utara, akan segera dibangun pada Oktober tahun ini. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan proyek hilirisasi dengan luas 20 ribu hektar ini akan rampung dalam waktu 10 tahun.
ADVERTISEMENT
"Itu jumlah investasi di sana USD 100 miliar, dengan bendungan itu akan selesai dalam waktu 10 tahun,” katanya saat Rakornas Apindo ke-31 secara virtual, Selasa (24/8).
Nantinya, kata Luhut, akan ada industri petrochemical untuk memproduksi hilirisasi minyak dan gas bumi.
"Ground breaking akan kita lakukan Oktober tahun ini. Kemarin malam Presiden juga ngecek mengenai ini," tambah Luhut.
Berdasarkan paparannya, ada dua perusahaan yang siap menyewa lahan, dan menanamkan investasi di proyek tersebut, yaitu perusahaan asal Australia, Fortescue Future Industries, dan perusahaan asal China, Tsingshan Holding Group.
Kedua perusahaan tersebut masing-masing akan menanamkan modal USD 12 miliar dan USD 30 miliar. Luhut mengatakan pembangunan tahap awal ini dapat dilakukan melihat kondisi pandemi COVID-19 yang mulai reda.
ADVERTISEMENT
"Dan kami sekarang sudah mulai agak sedikit longgar dan terkendali untuk melihat ini. Dan tim kami sekarang akan ke sana lagi untuk menyiapkan ini semua,” katanya.
Mengutip regionalinvestment.bkpm.go.id, kawasan Industri Tanah Kuning terletak di di Desa Tanah Kuning, Desa Mangkupadi dan Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, tepatnya di pesisir timur Kalimantan Utara.
Menko Marves Luhut B. Pandjaitan memberikan sambutan pada acara serah terima donasi bantuan medis untuk penanganan COVID-19 dari pemerintah Tiongkok. Foto: Humas Kemenko Marves
Lokasi strategis yang tepat berada di Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) – II, memberikan keuntungan geografis untuk jalur distribusi barang melalui pelayaran.
Untuk dukungan infrastruktur energi dan transportasi Tanah Kuning, akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kayan I, yang memiliki kapasitas 900 MW. Untuk kebutuhan jangka pendek akan dibangun PLTU di Kabupaten Bulungan dengan kapasitas lebih kecil.
ADVERTISEMENT
Rencananya juga akan dibuat pelabuhan internasional di Kawasan Industri Tanah Kuning dengan investor dari Korea Selatan. Selama pembangunan pelabuhan internasional belum dimulai, distribusi produk CPO bisa menggunakan Pelabuhan Kayan 2 yang terletak di kota Tanjung Selor, melalui jalan pintas yang sedang dibangun, berjarak sekitar 50 km dari Kawasan Industri Tanah Kuning.
Fokus pengembangan utama Kawasan Industri Tanah Kuning adalah ke dalam Hilirisasi Industri Sawit, Akan dibangun pabrik dengan kapasitas 5.000 ton per bulan, dan proses akan berlangsung selama 2 tahun.