Laba WIKA Beton di Kuartal III 2019 Rp 303 Miliar, Naik 8,4 Persen

29 Oktober 2019 18:16 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
ADVERTISEMENT
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) atau WIKA Beton meraih laba bersih sebesar Rp 303,26 miliar (Rp 34,8 per saham) pada kuartal III 2019. Angka itu tumbuh 8,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/ YoY) sebesar Rp 279,81 miliar.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Wijaya Karya Beton Tbk, Hadian Pramudita, menyampaikan perolehan pertumbuhan itu bagian dari hasil ekspansi perusahaan. Salah satunya dengan masuk ke segmen jasa konstruksi.
“Langkah awal yang baik, bagaimana segmen jasa kontruksi telah memberikan kontribusi 14,8 persen terhadap total pendapatan. Kami yakin jasa ini akan bisa menjadi sumber pertumbuhan bagi perusahaan ke depan selain dari produk beton precast dan quarry,” kata Hadian melalui pernyataan resmi, Selasa (29/10).
Perseroan membukukan kenaikan pendapatan pada sembilan bulan pertama 2019 menjadi sebesar Rp 4,37 triliun dari perolehan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,11 triliun atau naik 6,5 persen (YoY). Di kuartal III 2019 (Juli-September), WTON mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,73 triliun atau naik 14,8 persen dari perolehan Kuartal III-2018 sebesar Rp 1,51 Triliun.
ADVERTISEMENT
Hasil positif pada perolehan pendapatan juga diikuti keberhasilan perusahaan mengoptimalkan efisiensi pada pos biaya. Kenaikan biaya produksi mencapai 5,9 persen atau lebih rendah dibandingkan kenaikan pendapatan, yakni 6,5 persen. Bahkan beban usaha mengalami penurunan sebesar 6,1 persen.
Direktur Keuangan WTON, Imam Sudiyono, menyatakan sampai di sembilan bulan 2019, selain mampu mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan laba, perusahaan juga berhasil meningkatkan margin profitabilitasnya melalui pengendalian pos biaya.
Direktur Utama Wika Beton Hadian Pramudita Foto: Novan Nurul/kumparan
Di kuartal III-2019 marjin usaha WIKA Beton tercatat sebesar 11,2 persen naik dibandingkan di kuartal II-2019 sebesar 10,1 persen dan kuartal I-2019 sebesar 9,9 persen.
“Secara kuartalan margin laba kami terus meningkat, ditengah kondisi makro yang menantang, kami juga mengupayakan terus perbaikan margin laba selain menggenjot pertumbuhan,” ujar Imam.
ADVERTISEMENT
Dari kinerja perolehan kontrak sampai kuartal III 2019, total yang diperoleh sebesar Rp10 triliun. Itu terdiri dari perolehan kontrak baru Rp 4,8 triliun dan carry over sebesar Rp 5,2 triliun.
Perolehan kontrak baru tersebut berasal dari induk (WIKA) sebesar 31 persen atau setara dengan Rp 1,49 triliun, kontrak dari pihak swasta sebesar 49 persen atau setara dengan Rp 2,35 triliun. Sisanya dari BUMN sebesar 19 persen dan pemerintah dengan porsi 1 persen dari total kontrak baru.
Ilustrasi Wika Beton. Foto: Dok. Wika Beton
Perusahaan menargetkan perolehan kontrak baru sepanjang tahun ini sebesar Rp 9,1 triliun. Sasaran proyek sampai dengan akhir tahun, antara lain proyek kilang RDMP, jalan lintas Tebing-Siantar, jalan KA Muara Enim, jalan Tol Indrapura – Kisaran, dan PLTU-1 Sulut 2x25 MW.
ADVERTISEMENT
Sementara untuk proyek dari internal antara lain Tol Pekanbaru – Padang, Harbour Road fase 2, Stadion BMW, Tol Semarang – Demak dan PLTU Sumbagsel 2x150 MW.
Saat ini WIKA Beton merupakan produsen beton pracetak terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. WIKA Beton telah memiliki 14 (empat belas) pabrik dan 1 (satu) mobile plant yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki pertumbuhan industri konstruksinya tinggi.