Fakta Baru MRT: Bisa Bayar Pakai HP dan Akan Punya Jalur Bertingkat

1 November 2019 7:50 WIB
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Suasan di dalam Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Suasan di dalam Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
PT MRT Jakarta menyampaikan perkembangan terkini terkait pembangunan transportasi massalnya pada Kamis (31/10). Sepanjang Oktober 2019, ada beberapa proyek yang dikerjakan mulai dari pengembangan sistem pembayaran QR code hingga pengerjaan rute fase II dari Bundaran HI ke kawasan Kota, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Apa saja yang menarik? Berikut kumparan rangkum, Jumat (1/11).
1. Bayar MRT Jakarta Bisa Pakai HP
PT MRT Jakarta membuat aplikasi baru untuk mendukung sistem pembayaran digital mereka. Dengan aplikasi baru ini, nantinya pengguna semakin dimudahkan membayar moda transportasi massal ini hanya dengan scan QR code di smartphone atau ponsel.
Aplikasi ini memang masih dalam tahap pengembangan. Jika sudah jadi, otomatis aplikasi MRT Jakarta sebelumnya akan dihapus. Aplikasi ini ditargetkan bisa digunakan paling cepat awal akhir November atau Desember tahun ini.
Sementara itu, untuk bisa menggunakan aplikasi ini, pengguna harus unduh dan daftar dulu di smartphone masing-masing. Di dalamnya, sudah ada tiga dompet digital yang bisa digunakan untuk bayar MRT Jakarta yaitu Ovo, Dana, dan LinkAja. Ada peluang GoPay milik Gojek juga akan ikut dalam aplikasi baru MRT Jakarta, tapi proses kerja samanya masih belum final.
Kereta MRT Jakarta. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
2. Jumlah Penumpang Sempat Turun
ADVERTISEMENT
PT MRT Jakarta mencatat adanya penurunan jumlah penumpang selama Oktober 2019. Hingga kemarin, penumpang MRT Jakarta mencapai 2.663.741 orang atau sekitar 88.791 orang per hari.
Angka ini mengalami penurunan dibandingkan bulan jumlah penumpang pada September yang mencapai 2.729.780 orang atau rata-rata sekitar 90.993 ribu penumpang per hari.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, penurunan penumpang terjadi karena selama bulan kemarin ada acara besar yakni Pelantikan Anggota DPR RI 2019-2024 dan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024. Meski begitu, dia menegaskan penurunan tersebut masih terpantau normal.
"Ada penurunan sedikit tapi kita masih prediksi normal. Kemaren ada event pelantikan Presiden dan Wakil Presiden masyarakat Jakarta lebih memilih tidak keluar rumah," katanya.
ADVERTISEMENT
Jika dilihat secara harian, William mengatakan selama Oktober 2019, puncak dari daya angkut penumpang MRT Jakarta terjadi pada hari Jumat. Berdasarkan data MRT, pada hari Jumat MRT pernah mengangkut hingga 109.000 penumpang.
Petugas melakukan pengecekan kereta Mass Rapid Transit (MRT) di Stasiun Lebak Bulus. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
3. Bangun 5 TOD, MRT Jakarta Bikin Anak Usaha
PT MRT Jakarta berencana bikin anak usaha yang bakal mengurusi pembangunan Transit Oriented Development atau TOD. Rencananya, bakal ada 5 TOD yang dibangun di Jakarta.
TOD merupakan pembangunan yang menggunakan pendekatan tata ruang terintegrasi antara transportasi massal seperti MRT Jakarta, Transjakarta (BRT), dan Kereta Api Ringan atau LRT Jabodebek.
"Dengan bangun 5 TOD, MRT akan bangun anak usaha," kata Direktur Utama MRT Jakarta, William Sabandar, dalam konferensi pers di Cipete, Jakarta.
ADVERTISEMENT
Kelima TOD yang dimaksud adalah Kawasan Dukuh Atas, Kawasan Istora Senayan, Kawasan Blok M Asean, Kawasan Fatmawati, dan Kawasan Lebak Bulus. Kelima TOD ini memiliki tema berbeda, sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya, TOD Kawasan Dukuh Atas mengangkat tema poros transit internasional. Di dalamnya bakal dibangun perluasan pedestrian deck, menjadi hub transportasi beberapa kendaraan umum, revitalisasi area tepian air dan taman, pengembangan jalur sepeda, hingga pengembangan hunian terjangkau.
Pembangunan TOD bakal dimulai pada awal 2020 selama tiga tahun ke depan. Tapi, karena anak usaha belum terbentuk, William belum mau membeberkan mitra yang bakal digandeng hingga investasi yang dibutuhkan untuk membangun lima TOD.
Suasana di Depo kereta MRT di Lebak Bulus, Jakarta. Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
4. MRT Fase II Bakal Ada Jalur Kereta Bertingkat
Usai menyelesaikan pembangunan jalur MRT fase II, PT MRT Jakarta bersiap mengerjakan rute fase II yang melingkupi Bundaran HI hingga Kota. Saat ini, baru paket CP 200 yang tengah dikerjakan, yakni membangun fasilitas aliran listrik Monas.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pada rute fase II terdiri atas tujuh stasiun tambahan yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Dari tujuh stasiun, bakal dibangun jalur kereta bertingkat.
Jalur bertingkat ini nantinya dibangun dari Stasiun Harmoni hingga Glodok. Sedangkan dari Bundaran HI hingga Harmoni serta dari Stasiun Glodok hingga Kota akan dibangun sejajar lagi.
"Lebih dalam di bawah tanah semua 17-36 meter. Nantinya karakter terowongan, sampe harmoni sejajar, harmoni sampe Glodok bertingkat. Kota sejajar lagi," terangnya.
Secara keseluruhan, nantinya rel MRT ini akan memiliki panjang 5,8 kilometer dengan lebar jalur 1.067 Mm. Selain CP 200, ada beberapa paket CP yang bakal dilelang untuk konstruksi seperti CP 201, CP 202, CP 203, CP 205, dan CP 206.
ADVERTISEMENT
Dari semua paket yang dilelang tersebut sudah didapatkan desainnya. Sedangkan untuk paket CP 204, William mengatakan hingga saat ini belum bisa dipastikan lelangnya karena perusahaan baru mendapatkan izin untuk membangun depo di Ancol Barat.