BUMN Mau Sulap Studio Rekaman Pertama di RI, Lokananta, Jadi Hub Ekonomi Kreatif

28 November 2022 11:18 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir (Keempat dari kiri) dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming (Baju kuning) berforo bersama sejumlah musisi dan seniman di Lokananta. Foto: Dok. PT PPA
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir (Keempat dari kiri) dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming (Baju kuning) berforo bersama sejumlah musisi dan seniman di Lokananta. Foto: Dok. PT PPA
ADVERTISEMENT
Kementerian BUMN akan menyulap studio rekaman pertama yang dimiliki Indonesia, Lokananta, jadi hub (pusat) kegiatan ekonomi kreatif. Untuk mewujudkan rencana itu, PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) akan menyiapkan pendanaan dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PPA, Yadi Jaya Ruchandi, menyatakan Lokananta adalah 'Titik Nol' industri musik nasional, juga merupakan studio rekaman pertama di Indonesia yang didirikan pada 1956.
"Ke depan, Lokananta akan menjadi sentra atau creative and commercial hub bagi para musisi, seniman, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sekaligus menjadi destinasi wisata edukatif bagi masyarakat," katanya melalui pernyataan resmi, Senin (28/11).
Program revitalisasi dan pengembangan Lokananta, lanjutnya, dilakukan melalui kolaborasi dengan sejumlah pihak. Seperti Pemkot Surakarta, para seniman, dan UMKM lokal. Dia mengharapkan, hal ini dapat memberikan dampak sosial, pertumbuhan ekonomi, dan pelestarian budaya Indonesia.
Petugas melakukan penggandaan dan kontrol suara rekaman kaset pita saat produksi kaset pita di Lokananta, Solo, Jawa Tengah, Rabu (9/3/2022). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
"PPA mendapatkan amanat dari Menteri BUMN, Erick Thohir, untuk merevitalisasi dan mengembangkan Lokananta yang merupakan aset milik Perum PNRI (Percetakan Negara Republik Indonesia). PPA berkolaborasi dengan PT Indah Karya (Persero) sebagai konsultan manajemen konstruksi, kontraktor PP Urban, arsitek Andramatin, serta M Bloc Group sebagai operator dalam pelaksanaan revitalisasi dan pengembangan aset Lokananta,” ujar Yadi.
ADVERTISEMENT
Lokananta nantinya akan memiliki lima pilar bisnis, yaitu (1) area pertunjukan amphitheater dan studio rekaman Lokananta Record; (2) Museum & arsip; (3) merchandise dan pengelolaan kekayaan intelektual (intellectual property); (4) Galeri UMKM; (5) sentra kuliner.
Revitalisasi dan pengembangan Lokananta, sebelumnya juga merupakan salah satu dari program prioritas Pemerintah Kota Surakarta. Mengawali program pengembangan tersebut, pada Minggu (27/11), telah digelar pra-reaktivasi bertajuk 'Lokananta Reload'. Hal ini untuk memperkenalkan kembali keberadaan Lokananta kepada masyarakat.
Dalam kegiatan itu tampil sejumlah kelompok musik, seperti Padi Reborn, Efek Rumah Kaca, Nabila Maharani, dan Endah Laras. Selain itu juga sejumlah UMKM binaan PT PPA turut ambil bagian. Program revitalisasi Lokananta sendiri, menurut Yadi, akan dimulai awal 2023 mendatang.
ADVERTISEMENT