Berhasil Himpun Dana IPO Rp 15,8 Triliun, Ini Strategi GoTo ke Depan

12 April 2022 4:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
GoTo resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4). Foto: Dok. GoTo
zoom-in-whitePerbesar
GoTo resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4). Foto: Dok. GoTo
ADVERTISEMENT
Usai melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyiapkan strategi untuk menghadapi berbagai tantangan ke depannya.
ADVERTISEMENT
Dari keseluruhan proses penawaran umum perdana saham (IPO) Perusahaan, GoTo berhasil mengumpulkan total dana sebesar Rp 15,8 triliun.
Jumlah tersebut terdiri dari penghimpunan dana sebesar Rp 13,7 triliun dari IPO, serta Rp 2,1 triliun melalui penjualan saham treasuri dalam rangka opsi penjatahan lebih (greenshoe). Penghimpunan dana tersebut mencerminkan kapitalisasi pasar sebesar Rp 400,3 triliun.
Berdasarkan jumlah dana yang dihimpun, IPO GoTo merupakan IPO terbesar ketiga di Asia dan kelima di dunia untuk tahun 2022. IPO GoTo juga menarik partisipasi sekitar 300.000 investor dalam proses penawaran umum saham, yang merupakan rekor partisipasi tertinggi investor pada proses IPO dalam sejarah pasar modal Indonesia.
Pada pencatatan saham perdananya, harga saham GoTo naik 44 poin (13,02 persen) ke level Rp 382. Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo mengatakan, dirinya sangat senang melihat animo para investor, terutama investor ritel akan harga saham.
ADVERTISEMENT
"Ini semua hanya permulaan baru. Jadi di GoTo, semua tim manajemen fokus untuk eksekusi terhadap business planning kami, karena harga saham itu hasil dari planning 9 bulan lalu," kata Andre dalam Konferensi Pers Listing GOTO, Senin (11/4).
Menurut Andre, GOTO saat ini terus melakukan eksekusi dan perencanaan yang baik, supaya hasil dari kinerja perusahaan akan menjadi lebih baik lagi.
"Mudah-mudahan ke depannya itu akan terus menambahkan nilai tambah terhadap harga saham di hari-hari ke depannya juga," imbuh Andre.
Melihat pergerakan positif harga saham GOTO, Co-Founder dan CEO Gojek, Kevin Aluwi, membeberkan mereka mengembangkan cita-cita membawa semua ekosistem yang mereka miliki ke ke negara-negara tetangga seperti Vietnam, Singapura, dan Thailand.
GoTo resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/4). Foto: Dok. GoTo
"Beberapa tahun ke depan, kami berharap Singapura, Vietnam, memiliki ekosistem lengkap. Kami harap ke depannya, seluruh layanan bisa kami bawa, karena keunggulan kami, seperti diketahui, adalah ekosistemnya," pungkas Kevin.
ADVERTISEMENT
Co-Founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya, juga mengharapkan hal yang sama dengan Kevin. Ia mengatakan rencana untuk ekspansi sedang dipersiapkan.
"Kami bersyukur punya tiga bisnis unit yang fokus area berbeda. Roadmap (pengembangan bisnis luar negeri) lagi digodok koki-koki kami di dapur," tandas William.
Di tahun 2018, Gojek mulai mengepakkan sayapnya ke Vietnam dengan nama Go Viet, lalu di tahun yang sama dengan nama Get untuk negara Thailand.
Pada tahun 2019, Gojek turut hadir di negara Singapura dengan nama Gojek. Mayoritas layanan yang disediakan Gojek di negara tetangga adalah layanan transportasi dan pesan antar makanan.
****
kumparan bagi-bagi starter pack kuliah senilai total Rp 30 juta untuk peserta SNMPTN 2022. Lolos atau nggak, kamu bisa tetap ikutan, lho! Intip mekanismenya di LINK ini.
ADVERTISEMENT