Pasien Asal Jambi Diduga Terinfeksi Corona Setelah Pulang dari China

Konten Media Partner
26 Januari 2020 11:55 WIB
comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Baru pulang dari China, pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jambi alami gejala flu dan demam. Foto: Bahara Jati
zoom-in-whitePerbesar
Baru pulang dari China, pasien rujukan dari salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jambi alami gejala flu dan demam. Foto: Bahara Jati
ADVERTISEMENT
Jambikita.id - Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi, sejak Sabtu (25/1) malam mengisolasi seorang pasien yang diduga terinfeksi virus corona atau Wuhan Pneumonia setelah pulang dari China.
ADVERTISEMENT
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit RSUD Raden Mattaher Jambi, Samsiran Halim mengatakan pasien itu merupakan rujukan dari salah satu rumah sakit swasta terbesar di Jambi.
"Pasien dirujuk ke sini karena mengalami gejala flu dan demam setelah pulang dari China," katanya, Minggu (26/1).
Pasien ini akan tetap dalam ruang perawatan isolasi dan ditangani petugas medis menggunakan alat perlindungan diri lengkap, hingga diketahui secara jelas terkait penyakit yang dideritanya.
Tim medis saat memasuki ruang isolasi pasien yang diduga terjangkit virus corona. Foto: Jambikita.id
"Saat ini, tim kami tengah melakukan observasi dan uji laboratorium. Kami juga tengah berkoordinasi dengan pusat perlu tidaknya sampel pasien terduga Corona ini dikirim ke Jakarta," katanya.
Samsiran, yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, telah menginstruksikan petugas medis kesehatan yang menangani pasien terduga Corona berhati-hati dan mengikuti prosedur yang ditetapkan.
Aktivitas tim medis saat merawat pasien terjangkit virus corona. Foto: The Central Hospital Of Wuhan via Weibo/via Reuters
Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan dan Keperawatan RSUD Raden Mattaher Jambi, Dewi Lestari mengimbau masyarakat, sementara waktu, untuk tidak melakukan kegiatan di rumah sakit milik Pemprov Jambi itu.
ADVERTISEMENT
"Kecuali untuk menjaga dan menjenguk pasien. Disarankan untuk tidak membawa anak-anak dan orangtua, karena sangat beresiko tertular penyakit Wuhan Pneumonia ini," katanya.